INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Sawangan Sukses Bersama (SASUMA) Kelurahan Pengasinan terus memperluas pasar. Sejumlah produk bahkan pernah dipamerkan di Malaysia dan kini dipasarkan di berbagai lokasi di Kota Depok.

Ketua UMKM SASUMA Kelurahan Pengasinan, Triana Puji Astuti, mengatakan salah satu produk yang berhasil menembus pameran internasional ialah camilan ranting keju.

Menurutnya, produk tersebut menjadi salah satu contoh bahwa UMKM lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas apabila terus berinovasi.

“Salah satunya ada snack ranting keju. Itu sudah lumayan booming, bahkan sudah masuk pameran di Malaysia pada 2023,” ujar Triana di sela peringatan Hari Ulang Tahun ke-5 SASUMA di RT 01 RW 09 BSI 2, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Selasa (21/7/2026).

Selain mengikuti pameran di Malaysia, Triana juga mengaku mewakili Kota Depok dalam pameran yang diselenggarakan Dinas Perdagangan di Bali pada 2024 bersama dua pelaku UMKM lainnya dari sektor kriya dan fesyen.

Ia mengatakan produk kuliner binaan SASUMA kini juga telah dipasarkan di sejumlah lokasi, seperti Gedung DPRD Kota Depok melalui Dekranasda, RSUD, Sop Durian Margando, hingga beberapa toko lainnya di Kota Depok.

Selain camilan, Triana menyebut Bayam Brazil menjadi salah satu komoditas unggulan yang terus dikembangkan oleh anggota SASUMA.

Tanaman tersebut diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari nori, taburan makanan, stik, risol, hingga roulade.

“Bayam Brazil sudah diolah menjadi banyak produk. Inovasinya sudah banyak sekali, selain itu kami juga punya berbagai produk makanan ringan dan minuman lainnya,” katanya.

Menurut Triana, keberagaman produk menjadi salah satu modal agar UMKM mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar.

BACA JUGA:  BRI BO Gatot Subroto Hadirkan Promo KPR dan BRIguna di Friday Market DJP

Triana berharap semakin banyak produk UMKM Pengasinan yang mampu menembus pasar yang lebih luas. Ia juga terus mendorong para pelaku usaha melengkapi legalitas produk, seperti sertifikasi halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), PIRT, hingga perizinan lainnya agar produk lebih mudah dipasarkan.

“Kalau legalitas produk sudah lengkap, kita akan lebih mudah membawa produk ke pasar yang lebih luas. Insya Allah UMKM kita bisa terus naik kelas,” ujar Triana.