DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok memperkuat pencegahan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang balita.

Langkah tersebut dilakukan melalui orientasi pencegahan stunting dan pemberian makan bayi serta anak (PMBA).

Kegiatan ini menyasar lintas sektor dengan melibatkan kader Posyandu, kader PKK, serta guru PAUD.

“Peserta diberikan edukasi dan dibekali penggunaan alat antropometri terstandar serta Buku KIA sebagai panduan PMBA,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Depok Frovira Brilyandini, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Frovira, pembekalan tersebut juga mencakup pencatatan dan pelaporan hasil pemantauan pertumbuhan serta perkembangan anak.

Kegiatan orientasi digelar bertahap dalam tujuh angkatan mulai 11 hingga 31 Agustus 2026.

Sebanyak 63 guru PAUD, 63 kader Posyandu, dan 14 kader PKK mengikuti kegiatan tersebut.

Mereka tersebar di 63 kelurahan dan 11 kecamatan yang berada di wilayah Kota Depok.

Frovira menegaskan, para peserta memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan balita dan orang tua.

“Kader Posyandu, kader PKK, dan guru PAUD merupakan mitra strategis Puskesmas yang berinteraksi langsung dan rutin dengan balita,” ujarnya.

Menurut dia, pemantauan dilakukan melalui penimbangan dan pengukuran antropometri secara rutin setiap bulan di Posyandu.

Sementara kader PKK berperan memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi keluarga di lingkungan masyarakat.

Guru PAUD turut berperan melalui stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak di satuan pendidikan.

“Harapannya, peran seluruhnya dapat berdampak pada cakupan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di Kota Depok,” tutur Frovira.

Dinkes Depok berharap kolaborasi lintas sektor tersebut mampu memperkuat deteksi dini terhadap gangguan pertumbuhan anak.

Upaya itu sekaligus diarahkan untuk menekan munculnya kasus baru stunting di Kota Depok.

BACA JUGA:  Bupati Bogor Sebut Penutupan Tambang Parung Panjang Sementara, Tunggu Hasil Kajian ITB dan IPB

“Sehingga dapat mewujudkan Kota Depok menuju zero new stunting,” pungkasnya.