INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan bagi korban gempa NTT dengan menyiagakan armada udara di Labuan Bajo dan Maumere untuk distribusi logistik.

Dukungan transportasi udara disiapkan pemerintah untuk memastikan bantuan tetap menjangkau wilayah terdampak gempa magnitudo 7,7, terutama jika akses darat belum sepenuhnya pulih.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan armada tersebut dapat digunakan untuk mobilisasi personel maupun pengiriman logistik.

“Ini semua kita standby-kan dan kita siap untuk digunakan, baik itu untuk mobilisasi personel maupun distribusi logistik jika diperlukan,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana NTT, Minggu (16/8/2026).

Di Labuan Bajo, pemerintah menyiagakan satu Heli Super Puma TNI Angkatan Udara, satu Heli Bell 412 TNI Angkatan Darat, satu helikopter BNPB, serta dua pesawat Caravan dari Kementerian Perhubungan dan BNPB.

Sementara di Maumere tersedia satu Heli Bell 412 TNI Angkatan Darat, satu Heli Panther TNI Angkatan Laut, dua Heli Bell Kementerian Perhubungan, dan satu Caravan BNPB.

Abdul Muhari mengatakan pemerintah tetap mengutamakan pemulihan akses darat. Jalur udara menjadi opsi untuk wilayah yang belum dapat dijangkau secara optimal melalui jalur darat.

“Kalau via darat sulit untuk dilalui, maka kita akan lakukan via udara. Kalau nanti dibutuhkan via laut, tentu saja kita akan membuka opsi penyaluran logistik via jalur laut,” katanya.

Ruas jalan di kilometer 49, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, yang sempat tertimbun longsor akibat gempa, kini sudah dapat dilalui truk pengangkut BBM setelah dibersihkan Kementerian Pekerjaan Umum.

Hampir seluruh ruas jalan terdampak lainnya juga memasuki tahap akhir pembersihan dan diharapkan dapat kembali dilalui paling lambat pada 17 Agustus 2026.

BACA JUGA:  Zulhas: PAN-Gerindra Koalisi Sekutu Sejati, Siap Bareng Hingga 2045

Selain menyiapkan jalur distribusi, pemerintah pusat terus mengirimkan bantuan logistik. Sebanyak 50.000 paket sembako bantuan Presiden disalurkan secara bertahap menggunakan transportasi udara.

Pada sortie pertama, sebanyak 4.925 paket telah dikirim dan disalurkan. Sebanyak 3.200 paket melalui Posko Labuan Bajo didistribusikan ke Manggarai Barat 550 paket, Manggarai 1.000 paket, Manggarai Timur 550 paket, serta Nagekeo dan Ngada masing-masing 550 paket.

Dari Maumere, sebanyak 1.725 paket disalurkan untuk Kabupaten Sikka sebanyak 1.000 paket dan Kabupaten Ende sebanyak 725 paket.

“Sortie kedua akan dikirimkan sore ini, sudah terbang pukul 15.00 dengan jumlah 45.075 paket,” ujar Abdul Muhari.

Untuk memperkuat koordinasi, BNPB membuka Posko Pendamping Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis Lapangan di Maumere. Posko logistik nasional berada di Bandara Halim Perdanakusuma, dengan pos penerimaan utama di Labuan Bajo dan pos pendukung di Maumere.