INDORAYATODAY.COM, NAGEKEO – Mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) mengapresiasi respons pemerintah menangani dampak gempa NTT dan meminta bantuan menjangkau warga hingga kecamatan serta desa.

Angelo, mahasiswa Undana yang mengikuti misi kemanusiaan di wilayah terdampak, mengatakan pemerintah bergerak cepat menyediakan posko dan kebutuhan dasar bagi pengungsi.

Ia menyebut sejumlah posko telah berdiri di beberapa lokasi. Selain di tempat yang mereka datangi, Angelo mendapat informasi mengenai posko di Danga dan melihat fasilitas serupa di sekitar masjid.

“Untuk penanganan dari pemerintah sendiri seperti yang kami lihat, di sini pemerintah sudah cukup cepat mengambil tindakan seperti mendirikan posko bencana seperti ini,” kata Angelo.

Selama sekitar dua hari berada di lokasi, Angelo melihat bantuan dari TNI, Polri, dan pemerintah setempat telah diterima para pengungsi. Kebutuhan air bersih dan makanan juga dinilai masih terpenuhi.

“Kami melihat bahwa di sini pengungsinya sudah mendapatkan bantuan yang cukup dari TNI, Polri, maupun pemerintah setempat. Sehingga para pengungsi di sini tidak kekurangan air bersih serta pasokan makanan,” ujarnya.

Menurut Angelo, dapur umum juga telah tersedia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga. Makanan disiapkan untuk pengungsi, termasuk makan siang dan makan malam.

Meski mengapresiasi penanganan pemerintah, Angelo meminta perhatian tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten. Menurutnya, kondisi warga di kecamatan dan desa juga membutuhkan perhatian.

“Bapak tolong perhatikan masyarakat-masyarakat bukan hanya yang berada di dalam ibu kota kabupaten, tetapi masyarakat yang berada di kecamatan-kecamatan, di desa-desa,” tuturnya.

Permintaan itu disampaikan setelah mahasiswa melihat langsung kondisi sejumlah rumah yang mengalami kerusakan parah. Angelo mengatakan ada rumah yang rusak hingga rata dengan tanah, sementara bangunan lainnya mengalami retak dan berlubang akibat gempa.

BACA JUGA:  1 Personel Perdamaian RI Gugur, Indonesia dan PBB Kutuk Insiden di Lebanon

Bersama 21 mahasiswa lainnya, Angelo mengikuti misi kemanusiaan dengan menyiapkan tiga program utama untuk masyarakat terdampak.

Program pertama berupa trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan lansia yang dinilai membutuhkan pendekatan lebih dalam menghadapi dampak bencana.

Program kedua adalah penyediaan filter air bersih dengan metode sederhana menggunakan material seperti tanah dan pasir.

Sementara program ketiga berupa kegiatan belajar sambil bermain. Program tersebut disiapkan karena aktivitas sekolah sementara diliburkan dan sejumlah sekolah terdampak reruntuhan gempa.

Kegiatan mahasiswa tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan masyarakat, terutama anak-anak yang belum dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.