INDORAYATODAY.COM, DEPOK – BNN Kota Depok menargetkan BNN Cup berkembang hingga diikuti sekitar 4.000 peserta dari hampir seluruh provinsi sebagai sarana pencegahan narkoba.
Ketua BNN Kota Depok Kombes Pol R.M Tohir Hendarsyah mengatakan BNN Cup digelar secara rutin sebagai salah satu upaya mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan remaja.
Hal itu disampaikan Tohir seusai pembukaan Kejuaraan Pencak Silat BNN Cup 7 di GOR Kota Depok, Kamis (20/8/2026).
Menurut Tohir, penyalahgunaan dan peredaran narkoba semakin masif serta telah menyasar berbagai kelompok usia. Karena itu, BNN tidak hanya melakukan sosialisasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga mencari sarana pencegahan yang dekat dengan anak muda.
Salah satunya melalui olahraga pencak silat. Menurut Tohir, aktivitas olahraga dapat menjadi sarana untuk membentengi pelajar dan remaja dari pengaruh negatif penyalahgunaan narkoba.
“Disinilah karena penyalahgunaan ini banyak ya dilakukannya. Sudah bukan dari anak kecil lagi ya. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa pun sudah banyak menggunakan,” ujar Tohir.
Ia menilai olahraga menjadi ruang positif bagi anak muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba.
Tohir menjelaskan pencak silat dipilih karena merupakan olahraga tradisional bangsa Indonesia yang telah berkembang secara turun-temurun.
Selain memiliki akar budaya, pencak silat juga telah dipertandingkan mulai tingkat dasar hingga nasional, bahkan sampai ke luar negeri.
“Karena pencak silat ini intinya begini, mereka berprestasi dengan tidak menggunakan narkoba. Mereka berprestasi untuk terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Menurut dia, pesan tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan BNN Cup karena sebagian besar peserta merupakan pelajar.
Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari anak usia dini, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.
BNN Cup tahun ini telah memasuki penyelenggaraan ketujuh. Tohir memastikan kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan setiap tahun.
Pada BNN Cup 7, peserta berasal dari 16 provinsi dengan jumlah lebih dari 2.300 kontingen atau peserta.
Tohir berharap jumlah tersebut dapat terus bertambah hingga mencapai sekitar 4.000 peserta. Ia juga ingin kejuaraan berikutnya diikuti hampir seluruh provinsi di Indonesia.
“Saya harapkan ke depan nanti bisa sampai 4.000-an,” ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, Tohir berharap Kota Depok memiliki fasilitas olahraga yang lebih representatif dan berkapasitas lebih besar.
Ia meminta dukungan pemerintah daerah untuk menghadirkan stadion atau gedung olahraga yang mampu menampung lebih banyak peserta dan penonton.
Dengan fasilitas yang lebih besar, Tohir berharap jumlah kontingen pesilat dapat diperluas dari lebih dari 2.300 peserta saat ini menjadi lebih dari 4.200 peserta pada penyelenggaraan mendatang.

Tinggalkan Balasan