DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Jalan Raya Cipayung-Pitara, Kota Depok, bakal dibuat lebih lebar.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok kembali melanjutkan penataan ruas jalan tersebut.

Proyek ini menyasar penguatan struktur penahan tanah sekaligus pelebaran badan jalan.

Kepala DPUPR Kota Depok Yodi Joko Bintoro mengatakan, pekerjaan tersebut merupakan lanjutan penataan yang telah dilakukan pada 2025.

Menurut dia, tahap lanjutan ini difokuskan pada pemasangan sheet pile dan pelebaran badan jalan.

“Untuk pelebaran jalan, kami menggunakan metode betonisasi,” kata Yodi, Senin (31/8/2026).

Sementara itu, penguatan dinding kali dilakukan menggunakan sheet pile, dinding penahan tiang pancang, serta turap.

Total terdapat 76 batang sheet pile yang akan dipasang di sepanjang dinding kali.

Sheet pile tersebut memiliki ketinggian mencapai 15 meter.

Setelah struktur penahan tanah selesai, badan Jalan Raya Cipayung-Pitara akan diperlebar sekitar 2 meter.

Langkah tersebut diharapkan membuat ruas jalan lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Setelah struktur penahan tanah terpasang, badan jalan akan diperlebar seluas 2 meter,” ujar Yodi.

Pekerjaan proyek telah dimulai sejak 9 Juli 2026.

DPUPR Depok menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada 6 Oktober 2026.

Proyek tersebut dikerjakan selama kurang lebih tiga bulan dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,7 miliar.

Saat ini, pekerjaan masih memasuki tahap persiapan lahan sebelum proses pemancangan sheet pile dilakukan.

DPUPR memastikan tahapan pekerjaan dipersiapkan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai rencana.

Yodi berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat berjalan lancar hingga selesai.

Dia juga meminta pengguna Jalan Cipayung-Pitara meningkatkan kewaspadaan selama proyek berlangsung.

“Kami imbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mematuhi petunjuk lalu lintas di sekitar lokasi pengerjaan,” kata Yodi.

BACA JUGA:  DPRD Dorong Lebaran Depok Jadi Penguat Identitas Budaya Lokal

DPUPR Depok juga meminta masyarakat memahami adanya aktivitas konstruksi selama pekerjaan berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Pekerjaan dilakukan untuk kepentingan dan keselamatan seluruh pihak,” tuturnya.