INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus membenahi pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) agar lebih mudah diakses masyarakat, seiring perkembangan teknologi dari cara konvensional menuju sistem digital.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengungkapkan, layanan adminduk di wilayahnya telah mengalami perubahan signifikan.
Pada masa lalu, pemerintah kerap menghadapi persoalan pelik seperti antrean panjang hingga keterbatasan blangko serta tinta cetak dokumen kependudukan.
“Dulu lama mengurus KTP, KK, kemudian akta kelahiran, akta kematian, antreannya luar biasa di Dinas Dukcapil di Pandu Raya. Antre sampai ke jalan, parkir sampai bikin macet,” ujar Jenal saat menghadiri Dukcapil Family Fest 2026 di Jambu Dua, Kota Bogor, Sabtu (29/8/2026).
Sebagai solusi, Pemkot Bogor menerapkan prinsip stelsel aktif melalui pelayanan jemput bola yang mendatangi langsung warga, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) dan warga yang sedang sakit di rumah maupun rumah sakit.
“Dulu ada yang namanya motor keliling. Kita sampai ke rumah-rumah, lansia yang mau bikin KTP, lansia yang mau ngurus kependudukan kita samperi. Bahkan orang sakit yang dirawat kita datangi,” tambahnya.
Jenal menegaskan, administrasi kependudukan merupakan pelayanan dasar wajib yang harus diutamakan pemerintah.
Karena itu, peningkatan kualitas layanan publik akan terus didorong melalui kolaborasi erat antara pemerintah, DPRD, Dinas Dukcapil, serta pemangku kepentingan terkait.

Tinggalkan Balasan