DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Ketua BPC HIPMI Kota Depok Ardian Fajar Prastyawan langsung memasang target besar setelah resmi memimpin organisasi pengusaha muda tersebut periode 2026-2030.
Ardian membidik 300 hingga 400 UMKM binaan HIPMI Depok untuk naik kelas.
Target itu menjadi salah satu program prioritas Ardian dalam menggerakkan roda organisasi HIPMI Depok.
“Target kami mungkin 300 sampai 400 UMKM binaan HIPMI bisa naik kelas,” kata Ardian seusai pelantikan BPC HIPMI Kota Depok periode 2026-2030 di The Margo Hotel, Margonda, Beji, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Ardian, UMKM naik kelas bukan sekadar mengalami peningkatan omzet.
Pelaku usaha juga harus memahami pengelolaan bisnis secara lebih profesional.
Mulai dari laporan keuangan, akses permodalan, hingga menentukan target pasar dan mengembangkan produk.
Ardian mengatakan HIPMI Depok ingin menjadi tempat bagi pelaku usaha muda untuk belajar langsung dari praktisi bisnis.
Sebab, banyak anggota HIPMI yang sebelumnya merintis usaha dari skala UMKM sebelum berhasil mengembangkan bisnisnya.
“Jadi dari mulai merintis usaha sampai membesarkannya itu kita ingin share kepada seluruh pelaku usaha di Kota Depok sehingga mereka terinspirasi, belajar, dan nantinya kita adakan program mentoring,” ujar Ardian.
Dia menegaskan HIPMI Depok tidak ingin sekadar menjadi organisasi pengusaha.
Ardian ingin HIPMI menjadi role model pengusaha muda di Kota Depok.
Karena itu, sejumlah aspek penting dalam menjalankan bisnis akan dibagikan kepada pelaku UMKM.
Mulai dari integritas, networking, akses permodalan, strategi pemasaran, hingga peluang kolaborasi dengan program pemerintah.
“Target utama HIPMI Kota Depok adalah bagaimana caranya HIPMI ini bisa menjadi role model pengusaha muda yang ada di Kota Depok. Jadi kalau mau belajar usaha ingatnya ke HIPMI,” tegasnya.
Ardian juga menyebut target 300-400 UMKM tersebut akan menjadi bagian dari dukungan HIPMI terhadap program Pemkot Depok yang menargetkan 1.000 UMKM naik kelas.
Menurut dia, target tersebut hanya bisa dicapai melalui kolaborasi.
HIPMI, kata Ardian, siap mengambil bagian dengan memberikan pendampingan, pengetahuan, serta akses yang dibutuhkan pelaku usaha.
Selain UMKM, Ardian membawa agenda penguatan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
HIPMI Depok telah menjalin kerja sama dengan sekitar 10 perguruan tinggi sebagai langkah awal.
Dari total sekitar 40 perguruan tinggi di Kota Depok, Ardian menargetkan seluruhnya dapat terhubung dengan HIPMI melalui pembentukan HIPMI Perguruan Tinggi atau HIPMI PT.
“Mahasiswa itu kadang ingin bisnis tetapi tidak memiliki modal, jaringan, kawan, dan mungkin belum memiliki ilmu yang cukup. HIPMI hadir ke universitas-universitas agar kita bisa membantu mereka,” jelasnya.
Ardian juga membuka peluang anggota HIPMI menjadi mentor hingga investor bagi mahasiswa yang memiliki potensi bisnis.
Di sisi lain, pengurus baru HIPMI Depok akan memperkuat organisasi melalui pembentukan 12 badan semiotonom.
Beberapa di antaranya HIPMI Academy, HIPMI Institute, dan HIPMI Peduli.
Ardian mengatakan pembentukan badan tersebut menjadi salah satu strategi untuk menggerakkan organisasi secara lebih terarah.
Dia memastikan kepengurusan barunya akan memiliki program prioritas dengan fokus utama pada pengembangan UMKM.
“Masalah di Kota Depok kan banyak, tetapi HIPMI itu mau kita prioritaskan untuk fokus ke program yang berhubungan dengan UMKM,” pungkas Ardian.

Tinggalkan Balasan