DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Sebanyak 120 becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi hadir di Kota Depok.

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi para pengayuh becak, khususnya mereka yang sudah berusia lanjut.

Bagi Anggota DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna, becak listrik itu bukan sekadar kendaraan baru.

“Buat saya, ini adalah sisi kemanusiaan yang luar biasa. Dari tenaga manual, ya, tenaga manusia di kayu dan sekarang diganti dengan tenaga listrik,” kata Pradi saat peluncuran becak listrik di Balai Kota Depok, Senin (5/10).

Menurut Pradi, kehadiran becak listrik menunjukkan perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil.

Ia menilai bantuan tersebut menyentuh langsung kebutuhan para pengayuh becak.

“Artinya begitu peduli dan perhatiannya Bapak Presiden kepada para pengayuh becak,” ujarnya.

Pradi menyebut bantuan itu juga menjadi salah satu bentuk nyata program pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 120 penerima becak listrik tersebut telah melalui proses pendataan.

Penerimanya juga memiliki batasan usia, yakni minimal 55 tahun.

Pradi menilai kebijakan itu membuat manfaat program lebih tepat sasaran.

“Ini memang ada ketentuan-ketentuan. Nah, inilah salah satu upaya yang benar-benar bisa turun ke masyarakat,” kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok tersebut.

Selain becak listrik, bantuan Presiden Prabowo juga menyasar sektor pendidikan.

Ratusan tablet pintar turut diberikan kepada sejumlah sekolah dasar di Kota Depok.

Namun, bagi Pradi, keberadaan becak listrik memiliki pesan tersendiri karena langsung menyentuh kehidupan masyarakat kecil.

Ia melihat perubahan dari becak konvensional menuju becak listrik sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para pengayuh yang selama ini mengandalkan tenaga fisik.

Dengan bantuan tersebut, para pengayuh becak diharapkan dapat bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan.

BACA JUGA:  Igun Sumarno: Depok Harus Jadi Kota yang Aman dan Penuh Cinta untuk Anak

Program itu sekaligus menjadi bukti bahwa bantuan pemerintah dapat hadir dalam bentuk yang langsung dirasakan masyarakat.

“Buat saya, ini adalah sisi kemanusiaan yang luar biasa,” tegas Pradi.