INDORAYATODAY.COM, JAKARTA — Kekalahan Thailand dari Indonesia pada final FIFA ASEAN Cup 2026 memicu kekecewaan suporter setelah War Elephants kembali gagal meraih gelar di partai puncak.

Thailand takluk 2-4 melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam.

Kegagalan tersebut semakin terasa pahit karena menjadi kekalahan kelima Thailand secara beruntun dalam final kompetisi sepak bola Asia Tenggara.

Menurut Vietnam.vn, Selasa (6/10/2026), sejumlah forum sepak bola Thailand dipenuhi reaksi kecewa dari para pendukung War Elephants.

“Bagaimana mungkin kita kalah lima final berturut-turut? Kita selalu bangga dengan generasi pemain berbakat kita, tetapi kita tampaknya tidak mampu membawa pulang satu gelar pun,” tulis pengguna bernama Theerat Kasamsun.

Rentetan kegagalan Thailand di partai puncak dimulai ketika mereka menghadapi Indonesia pada final SEA Games 2023.

Setelah itu, Thailand tiga kali harus mengakui keunggulan Vietnam dalam pertandingan final, yakni pada ASEAN Championship 2024, SEA Games 2025, dan ASEAN Hyundai Cup 2026.

Kekalahan dari Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026 kemudian memperpanjang catatan tersebut menjadi lima final tanpa gelar.

Kondisi itu membuat sejumlah pendukung mempertanyakan performa Thailand ketika mencapai pertandingan penentuan.

“Saya sangat lelah melihat tim selalu kalah di final. Sesuatu benar-benar perlu diubah,” tulis Prakit Yoovidhya.

Komentar lainnya datang dari Watchara Siriwanich yang mempertanyakan kapan Thailand bisa kembali meraih supremasi di kawasan.

“Apakah benar-benar sesulit itu untuk memenangkan gelar? Kapan kita akhirnya akan benar-benar menjadi nomor satu di wilayah ini lagi?” tulisnya.

Meski kecewa dengan hasil akhir, sebagian suporter tetap mengapresiasi perjuangan pemain Thailand dalam final melawan Indonesia.

BACA JUGA:  Malam Ini Indonesia Vs Singapura, Ini Prediksi Starting John Herdman

War Elephants harus bermain dengan 10 pemain pada sekitar 10 menit terakhir waktu normal setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua.

Dalam kondisi kalah jumlah pemain, Thailand masih mampu mempertahankan pertandingan hingga perpanjangan waktu dan memaksakan laga ditentukan melalui adu penalti.

“Sepuluh pemain melawan sebelas dan masih sampai ke adu penalti, itu benar-benar berani. Terima kasih kepada para pemain atas perjuangan keras mereka,” tulis Prapaan Phatipatanawong.

Gol pembuka Indonesia juga sempat menjadi perdebatan. Bola mengenai Iklas Sanron dan semula dicatat sebagai gol bunuh diri sebelum kemudian dikoreksi menjadi gol Dean James.

Pada akhirnya, Indonesia keluar sebagai juara setelah memenangkan adu penalti 4-2. Sementara bagi Thailand, hasil tersebut kembali memperpanjang penantian mereka untuk mengakhiri rentetan kekalahan di partai final. ***