DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Anggota DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna mengungkap hal yang selama ini dinantikan warga Depok dalam pembangunan daerah. Kuncinya adalah sinergi antarpemerintahan.
Menurut Pradi, kolaborasi antara Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat menjadi modal penting untuk menghadirkan pembangunan yang nyata.
“Ini yang kita tunggu-tunggu selama ini. Apa itu? Sinergi, kemitraan, komunikasi yang konkret, yang akhirnya solusi-solusi bisa kita dapatkan,” ujar Pradi.
Pernyataan tersebut disampaikan Pradi saat menghadiri peringatan HUT ke-7 FORSIREDI di Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu (10/10/2026).
Politikus Gerindra tersebut menilai, komunikasi yang terbangun antara Wali Kota Depok Supian Suri dan Gubernur Jawa Barat menjadi langkah positif untuk mempercepat pembangunan.
Ia menyoroti intensitas pertemuan keduanya yang kerap terlihat melalui media sosial. Menurutnya, kebersamaan itu perlu diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pradi juga mengapresiasi keterlibatan Gubernur Jawa Barat yang turun langsung ke sejumlah wilayah di Depok.
Salah satu yang disorot pembangunan tugu selamat datang di Kota Depok, di sekitar Bundaran Universitas Indonesia (UI).
“Terima kasih Pak Gubernur turun langsung ke wilayah-wilayah. Di antaranya, alhamdulillah, tugu selamat datang di Kota Depok dekat Bundaran Kampus UI sudah dibangun,” katanya.
Bagi Pradi, pembangunan tersebut menjadi contoh bagaimana koordinasi antarpemerintahan dapat mendorong penataan kota sekaligus memperkuat identitas Depok.
Ia menegaskan, sinergi tidak cukup hanya ditunjukkan melalui pertemuan atau komunikasi. Kolaborasi harus menghasilkan program konkret yang bisa dirasakan masyarakat.
Pradi juga menyinggung kinerja pembangunan fisik di Kota Depok yang menurutnya menunjukkan perkembangan positif.
Ia menyebut porsi kegiatan fisik dalam APBD Depok mencapai 12 persen, lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Barat yang disebutnya berada di kisaran 6 hingga 7 persen.
“Depok paling tinggi, kegiatan untuk kegiatan fisiknya sampai 12 persen dari APBD,” ungkapnya.
Selain itu, Pradi menyoroti tingkat kemiskinan Depok yang disebutnya termasuk paling rendah di Jawa Barat. Ia mengaku mengetahui kondisi tersebut karena mengikuti perkembangan daerah-daerah di provinsi itu.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang terus berjalan menjadi salah satu hal yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat.
Pradi mencontohkan perbaikan Jalan Raya Sawangan, pembangunan Jalan Enggram, serta penataan Jalan Pemuda, Pancoran Mas dan Jalan Tapos.
Ia menilai pembangunan tersebut memberikan dampak terhadap kenyamanan mobilitas warga, terutama ketika akses jalan semakin baik.
“Ini luar biasa,” tuturnya.
Pradi juga mengapresiasi peran anggota DPRD Kota Depok yang ikut menyumbangkan gagasan dan ide untuk mendukung pembangunan daerah.
Baginya, keterlibatan legislatif menjadi bagian penting agar kebutuhan masyarakat dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang terarah.
Pradi berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan DPRD terus diperkuat sehingga berbagai persoalan di Depok bisa ditangani secara konkret.
Ia mengingatkan bahwa jabatan dan kewenangan seharusnya digunakan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
“Siapa pun kita, di mana pun kita, dikasih jabatan apa pun, tentunya kebermanfaatan,” tegas Pradi.

Tinggalkan Balasan