INDORAYATODAY.COM – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, terkait dukungan swasembada pangan nasional.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Bruule House, Gedung The Energy, Jakarta, beberapa hari lalu, Wamentan Sudaryono berjanji untuk merealisasikan kebutuhan Maluku guna mencapai ketahanan pangan.
Gubernur Lewerissa memaparkan data capaian dan target Maluku dalam mendukung program “Asta Cita Swasembada Pangan” dan “Sapta Cita Gubernur dan Wakil Gubernur”.
Ini mencakup target luas tanam padi sawah 26.250 hektar dengan realisasi 10.489 hektar hingga minggu kedua Juli, serta padi gogo 9.314 hektar dengan realisasi 3.286 hektar. Untuk jagung, dari target 2.665 hektar, realisasi mencapai 984 hektar, dengan benih yang masih dalam proses pengiriman.
Lebih lanjut, Maluku juga mengusulkan cetak sawah baru seluas 3.664 hektar dan irigasi tersier 635 hektar senilai Rp35 juta untuk tahun 2026.
Yang tak kalah penting, Maluku mengajukan permohonan sejumlah besar alat mesin pertanian (alsintan) untuk brigade alsintan provinsi, meliputi 90 unit traktor roda 4, 181 unit traktor roda dua, 75 unit raistrasplenter, 150 unit pompa air, 93 unit kultivator, 50 unit combine harvester besar, serta beragam unit dryer, RMU, dan corn sheller.
Gubernur Lewerissa juga merinci usulan dukungan pengembangan komoditas unggulan perkebunan seperti cengkeh, pala, kelapa, dan kakao.
Untuk hilirisasi kelapa, diusulkan pengembangan kelapa dalam seluas 5.400 hektar dari potensi lahan 114.604 hektar dengan produksi 108.000 ton/ha.
Menanggapi hal ini, Wamentan Sudaryono menegaskan komitmennya. Ia meminta Dinas Pertanian Maluku untuk segera menyiapkan data Calon Petani Calon Lahan (CPCL).
“Khusus bantuan alsintan, diharapkan agar disesuaikan dengan kebutuhan riil petani serta mendorong beberapa jenis alsintan melalui pinjaman KUR Alsintan Pertanian,” kata Wamentan.
Sudaryono juga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana hilirisasi kelapa di Maluku dan siap memfasilitasi investor yang tertarik berinvestasi pada industri pengolahan kelapa.
Ia bahkan menawarkan pengembangan komoditas strategis lain di Maluku seperti kakao, mete, serta tanaman rempah-rempah.
Pertemuan ini ditutup dengan penyerahan dokumen proposal strategi Pemerintah Provinsi Maluku untuk mencapai swasembada pangan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan