JAKARTA, INDORAYA TODAY – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani memastikan tidak ada gejala “matahari kembar” dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menanggapi isu yang mencuat usai sejumlah menteri Kabinet Merah Putih bersilaturahmi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat Idul Fitri 1446 Hijriah.
Muzani menegaskan bahwa Prabowo tidak merasa terganggu dengan langkah para menteri tersebut. Sebaliknya, Prabowo menghargai kunjungan itu sebagai bagian dari tradisi lebaran yang sarat dengan tata krama dan penghormatan.
“Presiden Prabowo merasa tidak terganggu dengan adanya menteri-menteri pada era Pak Jokowi yang juga bersilaturahmi kepada Pak Jokowi,” ujar Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Ketua MPR RI itu menjelaskan, bagi Prabowo, silaturahmi ke Jokowi merupakan bentuk penghormatan terhadap sosok yang dituakan dan pernah menjabat sebagai kepala negara. Prabowo, kata dia, melihatnya sebagai hal wajar dalam suasana lebaran.
“Presiden Prabowo menghargai itu sebagai sebuah tata krama dan tradisi berlebaran untuk bersilaturahmi kepada orang yang dituakan atau orang yang dihormati,” jelas Muzani.
Lebih lanjut, Muzani membantah anggapan bahwa kunjungan sejumlah menteri ke Jokowi merupakan sinyal adanya dualisme kepemimpinan. Menurutnya, kunjungan itu murni bagian dari tradisi Idulfitri yang menjunjung nilai-nilai kesopanan dan penghormatan.
“Tentu karena lebaran dia harus menghormati, dia dalam tata krama, apalagi dalam suasana lebaran menghormati Pak Jokowi yang pernah menjadi presiden pada saat beliau menjadi menteri,” tegasnya.
Diketahui, beberapa menteri yang terlihat bersilaturahmi ke kediaman Jokowi di Solo antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Tinggalkan Balasan