INDORAYATODAY.COM – Politisi Partai Gerindra, Sudarto, memberikan apresiasi tinggi atas capaian gemilang Presiden Prabowo Subianto yang berhasil menurunkan tarif resiprokal dari 32 persen menjadi 19 persen melalui negosiasi langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Keberhasilan ini, menurut Sudarto, adalah bukti nyata dari kepemimpinan visioner dan keberanian Prabowo dalam memperjuangkan kepentingan nasional di kancah global.
“Keberhasilan ini tidak hanya menyelamatkan Indonesia dari beban tarif tinggi, tetapi juga menjadi penanda bahwa diplomasi Presiden Prabowo berada di level tertinggi. Tidak banyak pemimpin yang berani dan mampu bernegosiasi langsung dengan kepala negara adidaya demi kepentingan rakyatnya,” ujar Sudarto dalam keterangannya, Jumat (18/7).
Membuka Peluang Ekonomi Miliaran Dolar dan Perkuat Posisi Indonesia
Sudarto menambahkan, langkah strategis ini tak hanya berdampak pada penurunan tarif, tetapi juga membuka peluang kerja sama energi senilai miliaran dolar AS dan secara signifikan memperkuat ketahanan energi nasional.
Dia menyebut bahwa pendekatan diplomatik yang dilakukan Prabowo mampu mengubah posisi Indonesia, dari sekadar pasar menjadi mitra sejajar di mata dunia.
“Ini adalah bukti bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam percaturan ekonomi global. Diplomasi yang dilakukan Presiden Prabowo berani, cerdas, dan berorientasi pada hasil. Ini standar baru dalam kepemimpinan nasional,” tegasnya.
Prioritaskan Kesejahteraan Rakyat dalam Kebijakan Luar Negeri
Lebih lanjut, Sudarto menyatakan bahwa Partai Gerindra mendukung penuh kebijakan luar negeri dan diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo, yang senantiasa berpihak pada kepentingan nasional, efisiensi anggaran, dan kesejahteraan rakyat.
“Ini bukan sekadar keberhasilan teknis, melainkan juga keberhasilan moral dan politik. Kita patut bangga memiliki pemimpin seperti Presiden Prabowo yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan luar negeri,” pungkas Sekjen Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) ini.

Tinggalkan Balasan