INDORAYATODAY.COM – Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan pentingnya memanfaatkan kekuatan kolektif ASEAN dalam menghadapi tantangan ekonomi regional, meskipun implementasi tarif resiprokal antarnegara anggota belum dibahas secara spesifik.

Pernyataan ini disampaikan Menlu Sugiono usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka.

Menjawab pertanyaan media, Sugiono menjelaskan bahwa isu tarif resiprokal tidak menjadi pembahasan khusus dalam pertemuan tersebut. Ia menyoroti kekuatan laten ASEAN sebagai blok ekonomi besar dengan total populasi mencapai 680 juta jiwa.

“Masyarakat ASEAN ini 680 juta, merupakan populasi yang besar. Kalau dilihat dari sisi produsen maupun konsumen, kita punya inherent strength,” imbuhnya kepada wartawan.

Menlu menambahkan bahwa kesadaran akan potensi ekonomi kawasan ini telah ia sampaikan dalam ASEAN Ministerial Meeting (AMM) sebelumnya di Kuala Lumpur. Menurutnya, negara-negara anggota kini semakin memahami pentingnya memaksimalkan kerja sama ekonomi intra-kawasan.

“Kenapa potensi yang sedemikian besar ini, di samping beberapa kelebihan lain yang kita miliki, tidak kita manfaatkan bersama-sama?” pungkas Sugiono.

 

BACA JUGA:  Menlu Sugiono: Indonesia Percepat Langkah Jadi Anggota New Development Bank