INDORAYATODAY.COM – Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat berpotensi memasuki babak baru. Hal ini tercermin dalam komunikasi langsung antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump yang berlangsung pada Kamis malam, 12 Juni 2025.

Sekretaris Kabinet RI Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa dalam percakapan telepon berdurasi hampir 15 menit itu, kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral dan peluang kerja sama strategis lintas sektor.

“Keduanya sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta menegaskan dukungan terhadap stabilitas dan perdamaian global,” ujar Teddy dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu 14/6.

Pembicaraan ini menandai kelanjutan komunikasi sebelumnya yang telah dilakukan sejak November 2024, di mana Prabowo dan Trump menunjukkan sinyal keterbukaan untuk membangun aliansi yang lebih erat. Saat itu, Trump bahkan menawarkan akses langsung kepada Prabowo.

“Anda bisa menghubungi saya kapan pun. Anda punya nomor saya, ini nomornya,” kata Trump dalam pembicaraan mereka tahun lalu.

Langkah ini mengindikasikan kedekatan personal sekaligus sinyal politik baru: Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo membuka diri terhadap kemitraan strategis dengan kekuatan global, terutama dalam konteks pertahanan regional, keamanan Indo-Pasifik, dan perdagangan internasional.

Para pengamat menilai bahwa peran Indonesia yang semakin menonjol dalam isu-isu global seperti stabilitas Laut Cina Selatan, energi bersih, dan ketahanan pangan, membuat negeri ini menjadi mitra yang kian penting bagi Amerika Serikat.

Kedekatan antara Prabowo dan Trump juga membuka peluang penguatan hubungan antarpemerintah maupun antar pelaku bisnis kedua negara.

“Hubungan pribadi yang kuat antar kepala negara bisa menjadi landasan kokoh untuk membangun aliansi strategis jangka panjang,” ujar pengamat hubungan internasional, Arief Santosa, menanggapi komunikasi kedua pemimpin.[]

BACA JUGA:  Prabowo: Indonesia dan Brasil Jajaki Kolaborasi Produksi Rudal dan Kapal Selam