INDORAYATODAY.COM – Sebuah video singkat yang memperlihatkan seorang penumpang dengan tiket kelas ekonomi salah duduk di gerbong eksekutif mendadak viral di media sosial, memicu gelombang komentar dari warganet.
Momen sederhana ini, yang diunggah akun Instagram @fol*** pada Rabu (2/7/2025), seolah menjadi cerminan kecil dari hiruk pikuk mobilitas publik di tengah padatnya arus perjalanan.
Dalam rekaman berdurasi 03:01 detik itu, tampak seorang perempuan tengah nyaman duduk di kursi eksekutif, bertolak belakang dengan kelas tiket yang ia genggam.
Sebuah pemandangan lumrah bagi kondektur yang secara rutin menyisir lorong gerbong untuk memeriksa validitas tiket.
Ketika ditemukan ketidaksesuaian, petugas dengan sigap namun sopan meminta penumpang tersebut berpindah ke gerbong yang semestinya.
“Demi kasih makan instastory biasanya,” tulis pengunggah video, yang tak urung memantik reaksi beragam dari khalayak digital.
Menanggapi insiden yang cepat menyebar ini, Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, buka suara. Ia mengakui, kesalahan semacam itu lumrah terjadi, terutama mengingat konfigurasi sebagian rangkaian kereta api.
“Memang ada beberapa rangkaian kereta campuran eksekutif dan ekonomi,” ujar Anne saat dikonfirmasi, Kamis (4/7/2025).
Kondisi ini, menurutnya, bisa menjadi pemicu kekeliruan posisi tempat duduk penumpang, terutama bagi mereka yang mungkin belum terbiasa dengan detail penataan gerbong.
Meski demikian, Anne menegaskan bahwa standar operasional KAI tetap ketat. Petugas kondektur, katanya, secara rutin dan disiplin melakukan pengecekan tiket sepanjang perjalanan untuk memastikan setiap penumpang berada di gerbong dan kelas yang sesuai.
“Kami pastikan petugas melakukan pemeriksaan,” tandasnya.
Lebih dari sekadar penertiban, KAI juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada penumpang.
“Namun lebih dari itu, kami juga terus mengedukasi penumpang agar selalu memeriksa kembali kelas tiket mereka, baik saat pembelian maupun sebelum menaiki gerbong,” jelas Anne.
Ia menambahkan, baik dalam pembelian tiket daring maupun luring, sistem telah dirancang untuk menyediakan pilihan kelas yang jelas, sehingga potensi kebingungan dapat diminimalisir.

Tinggalkan Balasan