INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menepis kabar adanya penolakan luas terhadap proyek penulisan ulang sejarah nasional.
Proyek ini disebutnya akan segera diuji publik.
“Banyak yang menyetujui kok,” kata Fadli Zon saat ditemui usai acara HUT ke-19 dan Rakernas Punguan Simbolon dohot Boruna se-Indonesia (PSBI) di Jakarta Selatan, Senin (7/7/2025).
Menurut Fadli, proses penulisan ulang sejarah nasional masih terus berjalan dan akan segera memasuki tahap uji publik.
“Saat ini masih berjalan, sebentar lagi uji publik ke masyarakat dan ke sejarawan dan lain-lain,” ujarnya.
Sebelumnya, Fadli Zon sempat menjadi sorotan publik terkait pernyataannya mengenai istilah ‘perkosaan massal’ dalam penulisan sejarah. Ia menekankan pentingnya melihat sejarah secara jernih, tanpa kehilangan empati, namun tetap berpegang pada akal sehat.
“Setiap luka sejarah harus kita hormati. Tapi, sejarah bukan hanya tentang emosi, ia juga tentang kejujuran pada data dan fakta,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Selasa (17/6/2025).
Fadli memahami bahwa pernyataannya memicu gelombang kekecewaan. Namun, ia menegaskan tidak bermaksud untuk menyangkal kekerasan seksual.
“Semua pihak harus berhati-hati agar narasi sejarah tidak jatuh pada simplifikasi yang justru menyulitkan pencarian keadilan sejati,” ucap dia.
Proyek Revisi Sejarah Libatkan 113 Ahli, Target Rampung Agustus 2025
Penulisan ulang sejarah nasional terakhir kali dilakukan 25 tahun lalu, sehingga pembaruan dianggap mendesak.
Proyek ini melibatkan 113 ahli yang tengah menyusun 10 jilid buku sejarah nasional Indonesia.
Pemerintah menargetkan proyek ini rampung pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan