DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat upaya penanganan banjir dengan menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Kolaborasi ini melibatkan Bappeda Kota Depok yang bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKJ untuk mengatasi persoalan banjir yang sering terjadi di sejumlah titik di Depok.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Depok, R. Argha Darma Tubagus, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 130 titik rawan banjir di Kota Depok. Banjir yang kerap terjadi tersebut telah menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 29 miliar. Kerugian ini tidak hanya dirasakan oleh Pemkot Depok, tetapi juga oleh masyarakat yang terdampak bencana.

“Oleh karena itu, kami melakukan koordinasi intensif dengan Pemprov DKI Jakarta, khususnya dengan Dinas Sumber Daya Air, untuk bersama-sama menangani persoalan banjir di Kota Depok,” kata Argha, dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, Jumat (18/07/2025).

Beberapa hari lalu, Argha dan timnya bertemu langsung dengan Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas SDA DKJ, Nugraharyadi, untuk mempercepat langkah-langkah penanganan. Sebagai bagian dari langkah konkret, Pemprov DKJ telah memasang dua alat Early Warning System (EWS) di dua titik di Kota Depok, yakni di Jembatan Panus dan daerah Sawangan dekat Kali Pesanggrahan.

Alat EWS ini berfungsi mengirimkan sensor yang bersumber dari ketinggian muka air dan intensitas hujan. Dengan adanya informasi yang lebih cepat dan akurat, diharapkan warga bisa lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan lebih dini.

“Semoga dengan adanya kolaborasi ini, dampak kerugian akibat bencana banjir bisa diminimalisir dan warga Depok dapat lebih siap menghadapi musim hujan,” pungkas Argha.

BACA JUGA:  Tiga Ribu Anak Depok Sudah Nikmati Program Sekolah Swasta Gratis