DEPOK, INDORAYA TODAY – Aksi pengendara motor yang melawan arus di Jalan Raya Bogor, tepatnya di sekitar SDN 1 Cisalak dan seberang Pasar Cisalak, dikeluhkan warga. Perilaku nekat ini kerap terjadi saat jam-jam sibuk, terutama pada sore hari saat arus lalu lintas padat.

Berdasarkan pantauan Indoraya Today di lokasi pada Selasa (5/8/2025) pukul 19.15 WIB, puluhan pengendara sepeda motor terlihat memaksa melaju di jalur berlawanan arah untuk mempercepat perjalanan menuju Bogor. Jalur yang semestinya untuk kendaraan dari arah berlawanan pun tersendat akibat ulah para pelanggar.

Minimnya petugas lalu lintas dan tidak adanya pembatas jalan membuat para pengendara leluasa melawan arus. Kondisi ini diperparah oleh padatnya kendaraan di sekitar lampu merah Cisalak, sehingga menimbulkan kekacauan arus lalu lintas dan meningkatkan potensi kecelakaan.

“Hampir setiap hari motor lawan arus, apalagi waktu jam pulang kerja. Mereka main serobot jalur, bikin macet tambah parah,” ujar Dahroji (46), warga Gang Masjid, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya.

Dahroji berharap pihak kepolisian menindak tegas para pelanggar serta memasang pembatas jalan permanen untuk mencegah pelanggaran serupa. Ia menilai, tanpa penegakan aturan yang tegas, pelanggaran akan terus berulang.

Siti (35), warga lainnya, mengaku kerap merasa waswas saat melintas di kawasan tersebut. Ia pernah menyaksikan insiden nyaris tabrakan akibat pengendara motor yang melawan arus. “Suka takut bawa motor. Kadang ada yang lawan arus. Biasanya disitu emang (dekat lampu merah Cisalak),” ucapnya.

“Pernah disitu (ada motor lawan arus) hampir tabrakan sama angkot. Untungnya engga kenapa-napa,” tambah Siti.

Warga berharap pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Depok segera bertindak agar keselamatan di kawasan tersebut lebih terjaga. Pelanggaran seperti ini dinilai bisa membahayakan tidak hanya pelakunya, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

BACA JUGA:  Momentum Harkitnas 2026, Sekda Depok Siapkan ASN Berbasis Kinerja