DEPOK, INDORAYA TODAY – Laboratorium PT Tirta Asasta Depok, perusahaan penyedia layanan air minum di Kota Depok, berhasil meraih Sertifikat Akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Sertifikat dengan nomor LP-2011-IDN ini diterbitkan sebagai pengakuan atas kompetensi laboratorium perusahaan tersebut.
Penerbitan Sertifikat Akreditasi tersebut didasarkan pada konsistensi PT Tirta Asasta Depok dalam menerapkan SNI ISO/IEC 17025:2017 (ISO/IEC 17025:2017) mengenai Persyaratan Umum untuk Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi. Ruang lingkup akreditasi tersebut tercantum dalam lampiran sertifikat.
Sertifikat Akreditasi ini ditandatangani langsung oleh Ketua Komite Akreditasi Nasional, Kukuh S. Achmad, dan berlaku hingga 22 Oktober 2029.
Direktur PT Tirta Asasta Kota Depok, M. Olik Abdul Holik, menjelaskan bahwa pengujian laboratorium merupakan langkah krusial yang dilakukan, baik sebelum maupun sesudah air didistribusikan kepada pelanggan, untuk memastikan kualitas air yang disalurkan.
“Uji laboratorium ini untuk memastikan air yang kami distribusikan ke pelanggan aman dikonsumsi,” ujar Olik, dikutip dari situs resmi PT Tirta Asasta, Jumat (31/10/2025).
Ia menambahkan, PT Tirta Asasta selalu berupaya konsisten dalam menyajikan air bersih dan sehat bagi seluruh mitra dan pelanggan setianya.
Di sisi teknis, Analis Laboratorium PT Tirta Asasta Depok, Tanti Indriati, memaparkan beberapa tahapan pengujian yang wajib dilalui air sebelum disalurkan. Pengujian dilakukan di tiga ruang lab utama: ruang timbang, ruang mikrobiologi, dan ruang spektrofotometer.
Awalnya, air masuk ke ruang timbang untuk ditimbang terhadap bahan reaksi kimia. Setelah itu, air diuji di ruang mikrobiologi untuk mendeteksi keberadaan bakteri. Tahap terakhir adalah pengujian di ruang spektrofotometer guna menguji kandungan kimia, termasuk logam dan benda asing lainnya.
Selain uji kimia dan mikrobiologi, pengujian juga mencakup aspek fisik seperti warna, bau, dan tingkat kekeruhan air.
Tanti menjelaskan, proses pengujian laboratorium memakan waktu 1×24 jam untuk memastikan hasil uji memiliki akurasi yang tinggi.
Pengujian laboratorium dilaksanakan sebelum dan sesudah air didistribusikan. Jika ditemukan hasil yang tidak memenuhi standar, temuan akan segera dilaporkan ke bagian instalasi untuk ditindaklanjuti dan diolah kembali. PT Tirta Asasta menegaskan tidak akan mendistribusikan air kepada pelanggan sebelum air tersebut dinyatakan lolos uji laboratorium.

Tinggalkan Balasan