INDORAYATODAY.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru mengenai dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Hingga Minggu (14/12/2025), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.016 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) berhasil menemukan tambahan 10 jasad baru per hari ini.

“Per hari ini hasil pencarian dan pertolongan bertambah 10 jasad yang ditemukan,” jelas Abdul Muhari di Jakarta.

Penambahan 10 jasad tersebut ditemukan di Aceh (9 jasad) dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat (1 jasad). Dengan penemuan ini, total korban meninggal dunia yang sebelumnya 1.006 jiwa kini bertambah menjadi 1.016 jiwa.

Selain korban meninggal, BNPB melaporkan bahwa jumlah korban hilang saat ini masih mencapai 212 orang, sementara total pengungsi tercatat sebanyak 624.670 orang.

Operasi pencarian dan pertolongan terus berlangsung dengan fokus di sejumlah titik prioritas.

Di Sumatera Utara, daerah yang menjadi fokus pencarian antara lain Tapanuli Tengah (Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair) dan Tapanuli Selatan (Desa Garoga, Batang Toru), serta Kota Sibolga, dengan total korban hilang mencapai 87 jiwa.

Sementara di Sumatera Barat, operasi difokuskan di Kabupaten Agam (Kecamatan Malalak dan Palembayan), Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kecamatan Tanah Datar, terutama di sepanjang aliran Sungai Batang Anai, dengan total korban hilang mencapai 86 jiwa.

Di Aceh, pencarian masih intensif dilakukan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Tengah, Kabupaten Bireun, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Nagan Raya, yang mencatat total 38 korban hilang.

Abdul Muhari menekankan bahwa tim gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan korban hilang, sembari menjamin kebutuhan dasar ratusan ribu pengungsi dapat terpenuhi.

BACA JUGA:  Prabowo Bertolak ke Malaysia Hadiri KTT ke-46 ASEAN, Bahas Isu Strategis Kawasan