DEPOK, INDORAYA TODAY – Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok menyampaikan laporan hasil Reses Masa Sidang Ke III Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Depok, Senin (29/12/2025). Laporan ini merangkum berbagai aspirasi strategis warga, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, kesehatan, kebersihan, hingga pendidikan yang dihimpun langsung dari masyarakat di daerah pemilihan masing-masing anggota dewan.

Pelaksanaan reses yang berlangsung pada 1-6 Oktober 2025 menjadi momentum penting bagi Fraksi Gerindra untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui dialog langsung bersama warga, Fraksi Gerindra menegaskan komitmennya menjembatani kebutuhan riil masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Depok, Gerry Wahyu Riyanto, menyampaikan bahwa reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang strategis untuk memastikan suara rakyat menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan daerah.

“Masa reses adalah jembatan penting antara kebijakan publik dan kebutuhan nyata masyarakat. Fraksi Gerindra memastikan setiap aspirasi warga benar-benar dikawal hingga menjadi kebijakan yang berdampak langsung,” ujarnya saat membacakan laporan reses.

Di bidang infrastruktur, Fraksi Gerindra mencatat kuatnya aspirasi warga terkait penertiban bantaran sungai yang tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan, pencegahan banjir, serta peningkatan kualitas dan konektivitas jalan kota. Warga juga mendorong adanya masterplan drainase terpadu dan pemetaan digital kondisi jalan sebagai dasar perencanaan berbasis data.

Fraksi Gerindra menegaskan penataan wilayah harus berjalan seiring dengan perlindungan hak warga.

“Penertiban bantaran sungai tidak boleh dilakukan secara sepihak. Negara wajib hadir menjamin solusi relokasi yang layak, manusiawi, dan berkeadilan sebagaimana amanat UUD 1945,” tegas Gerry.

Pada sektor pemerintahan dan kependudukan, masyarakat mendorong modernisasi layanan publik berbasis teknologi, mulai dari integrasi data kependudukan, penguatan keamanan siber, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mencegah pemalsuan dokumen dan meningkatkan transparansi layanan administrasi.

BACA JUGA:  Bukan Spanduk, Ular Sanca Ini Melilit Manja di Tiang Listrik Depok

Bidang kesehatan juga menjadi perhatian serius. Aspirasi warga mencakup transparansi data layanan rumah sakit, penguatan layanan kesehatan jiwa terpadu, pembentukan Satgas Kesehatan Iklim, hingga pengembangan layanan home care bagi lansia dan kelompok rentan.

“Kesehatan masyarakat harus dilihat secara menyeluruh, termasuk kesehatan jiwa dan dampak perubahan iklim. Ini menjadi perhatian serius Fraksi Gerindra,” lanjutnya.

Di sektor kebersihan dan lingkungan, Fraksi Gerindra mencatat dorongan warga agar pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga, diperkuat dengan edukasi di sekolah, fasilitas pengomposan di tingkat wilayah, serta peningkatan armada dan sarana kebersihan untuk menjaga kualitas lingkungan perkotaan.

Sementara itu, pada bidang kesejahteraan masyarakat, warga mengharapkan penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga, dukungan UMKM, bantuan sosial berbasis data yang akurat, serta peningkatan perlindungan bagi lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya. Fraksi Gerindra juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kebebasan beragama dan harmoni sosial di Kota Depok.

Bidang pendidikan menjadi salah satu sorotan utama, dengan aspirasi terkait penguatan kepemimpinan kepala sekolah, pemerataan kualitas guru, peningkatan pendidikan karakter, hingga penguatan pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan dunia kerja untuk menyiapkan generasi muda Depok yang kompeten dan berdaya saing.

Menutup laporan reses, Fraksi Gerindra menegaskan seluruh aspirasi masyarakat telah disampaikan kepada Sekretariat DPRD Kota Depok sebagai bahan strategis penganggaran, pengawasan, dan perumusan kebijakan. Fraksi Gerindra berkomitmen terus mengawal aspirasi rakyat demi mewujudkan Depok Maju, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.