DEPOK, INDORAYA TODAY – Sepuluh bulan kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri mulai meninggalkan jejak yang terasa di ruang publik. Sejumlah kebijakan baru, mulai dari Car Free Day (CFD), penguatan layanan kesehatan gratis, hingga lahirnya Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), dinilai menjadi penanda arah perubahan Kota Depok.

Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Babai Suhaimi, menilai salah satu terobosan paling menonjol adalah hadirnya Car Free Day yang kini menjadi ruang interaksi warga lintas usia dan latar belakang.

Menurut Babai, CFD bukan sekadar penutupan jalan dari kendaraan bermotor, melainkan wadah silaturahmi, ekspresi kreativitas, sekaligus ruang seni dan budaya yang selama ini dirindukan warga Depok.

“CFD ini cepat diterima masyarakat. Warga senang karena punya ruang bersama untuk beraktivitas, berkreasi, sekaligus membangun kebersamaan,” ujar Babai, Senin (5/1/2025).

Di sektor kesehatan, Babai menilai langkah Supian Suri memperkuat Universal Health Coverage (UHC) menjadi capaian penting. Program yang sebelumnya dinilai belum berjalan optimal, kini disebut semakin mendekati layanan kesehatan yang benar-benar inklusif.

Ia menyebutkan, saat ini seluruh puskesmas di Kota Depok telah memberikan layanan kesehatan gratis tanpa pungutan biaya apa pun bagi warga, berapa pun nilai pembiayaannya.

“Kebijakan ini nyata dirasakan masyarakat. Tidak ada lagi biaya di puskesmas. Semua ditanggung dan itu bentuk keberpihakan pada warga,” kata Babai.

Perubahan signifikan juga terlihat di bidang pendidikan. Babai menyoroti keberanian Supian Suri meluncurkan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), sebuah kebijakan yang sebelumnya belum pernah terbuka dan terstruktur.

Menurutnya, RSSG menjadi jawaban bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sekolah swasta, namun terkendala biaya pendidikan.

“Sekarang sekolah swasta gratis itu benar-benar hadir. Ini tentu sangat disukai dan dinantikan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Supian Suri Pastikan Flyover Jalan Juanda Segera Dibangun, Ini Targetnya

Meski demikian, Babai mengingatkan perlunya penyempurnaan di sisi teknis pelaksanaan. Ia menilai keseimbangan antara sekolah swasta yang dikelola masyarakat dan sekolah rintisan gratis yang dibiayai pemerintah harus dikaji secara mendalam.

“Teknis pelaksanaan harus diperbaiki agar adil dan berkelanjutan, baik bagi pengelola sekolah maupun pemerintah,” katanya.

Selain itu, upaya pembenahan infrastruktur juga mulai terlihat, terutama yang berkaitan dengan pengurangan kemacetan. Meski dilakukan bertahap, Babai menilai langkah-langkah tersebut sudah menunjukkan arah yang jelas.

Ia menegaskan, dalam waktu hampir satu tahun, program pemerintahan bertajuk “Depok Maju” yang dijalankan Supian Suri bersama Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah tidak hanya berhenti pada janji, tetapi mulai terasa dampaknya.

“Apa yang dilakukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota sudah nyata dirasakan masyarakat. Perubahannya memang bertahap, tapi arahnya jelas,” pungkas Babai.