INDORAYATODAY.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan sekadar kebijakan populis untuk menarik simpati publik.

Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis nasional yang diproyeksikan mampu menghemat anggaran negara hingga miliaran dolar AS sekaligus meningkatkan produktivitas nasional secara signifikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam pidatonya di forum bergengsi World Economic Forum (WEF) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (24/1). Prabowo menyebut inisiatif ini sebagai fondasi utama dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat Indonesia.

“Kebijakan CKG ini adalah langkah rasional. Dengan deteksi dini, kita bisa menekan biaya pengobatan yang mahal di masa depan dan memastikan rakyat tetap produktif dalam membangun ekonomi,” ujar Presiden Prabowo.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjamin layanan CKG bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Setiap warga dipastikan mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahunnya. Langkah ini dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat modal manusia (human capital) Indonesia.

Berdasarkan data pemerintah, hingga saat ini lebih dari 70 juta masyarakat telah merasakan manfaat dari layanan pemeriksaan kesehatan primer tersebut. Transformasi layanan kesehatan primer ini menjadi pilar penting dalam agenda besar pemerintah menuju Indonesia Emas.

“Para ahli memproyeksikan penghematan miliaran dolar AS dari program ini. Penghematan itu lahir dari kualitas sumber daya manusia yang lebih sehat, sehingga beban jaminan kesehatan nasional di masa depan bisa lebih terkendali,” lanjutnya.

Presiden juga menekankan bahwa kesehatan adalah prasyarat mutlak untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan tubuh yang sehat, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk bekerja secara optimal dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Program CKG dirancang menjangkau seluruh lapisan populasi, mulai dari anak-anak hingga lansia. Melalui penguatan modal manusia yang berkualitas, pemerintah optimistis Indonesia mampu bersaing di kancah global dengan fondasi bangsa yang kuat dan tangguh.

BACA JUGA:  Lima Pilar Pemerintahan Prabowo Raih Rapor Biru