DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mendorong optimalisasi penyaluran zakat aparatur sipil negara (ASN) melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Depok. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan manfaat zakat bagi masyarakat serta memperkuat program sosial yang selama ini dijalankan Baznas.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Iyay Gumilar, saat menghadiri Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan Tahun 2026.
Iyay mengungkapkan, hingga kini realisasi penerimaan zakat mal dan sedekah ASN melalui UPZ masih belum optimal. Dari potensi zakat ASN se-Kota Depok yang diperkirakan mencapai Rp20 miliar, dana yang berhasil dihimpun Baznas baru sekitar Rp3 miliar.
“Kalau kita hitung, penerimaan UPZ dari ASN ini baru sekitar 40 persen dari potensi zakat mal dan sedekah yang seharusnya. Total pendapatan UPZ dari ASN sekitar Rp70 miliar, namun yang masuk ke Baznas baru sekitar Rp3 miliar,” ujarnya, dikutip dari situs resmi Pemkot Depok, Rabu (28/1/2026).
Menurut Iyay, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah, UPZ, dan Baznas perlu merumuskan langkah strategis agar penyaluran zakat ASN dapat lebih terarah dan terkoordinasi melalui lembaga resmi.
“Ke depan insyaAllah akan kita kaji lebih lanjut apa yang harus dilakukan untuk mendukung teman-teman ASN agar menyalurkan zakatnya ke Baznas. Saya berhusnuzan, insyaAllah semua ASN menunaikan zakat, hanya saja sebagian mungkin menyalurkannya ke tempat lain,” katanya.
Iyay menilai, Baznas Kota Depok telah menunjukkan peran nyata dalam mendukung program-program sosial pemerintah daerah. Sejumlah program Baznas dinilai mampu menjangkau kebutuhan masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi melalui anggaran pemerintah.
Ia mencontohkan keterlibatan Baznas dalam membantu program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ketika dirinya bertugas di Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok.
“Banyak rumah tidak layak huni yang tidak bisa dibiayai melalui anggaran pemerintah. Di situ Baznas hadir membantu, sehingga rumah warga bisa kembali layak huni. Manfaatnya sangat terasa,” ungkapnya.
Selain program perbaikan RTLH, Baznas juga berperan dalam penanganan persoalan kemiskinan di Kota Depok. Dukungan tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk upaya penurunan angka stunting.
“Masalah kemiskinan di Depok masih cukup besar, termasuk stunting. Baznas turut hadir membantu di sektor tersebut,” ujar Iyay.
Ia pun mengajak seluruh UPZ di lingkungan OPD dan kecamatan untuk berperan aktif menggerakkan ASN agar menyalurkan zakat melalui Baznas, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
“Sebagai Kabag Kesra, saya mengajak teman-teman UPZ untuk bergerak bersama. Apalagi menjelang Ramadan, mudah-mudahan penerimaan Baznas Kota Depok dari ASN ke depannya bisa semakin meningkat,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan