DEPOK, INDORAYA TODAY – Kuota haji Kota Depok tahun 2026 melonjak signifikan. Tahun ini, jumlah calon jemaah haji (calhaj) yang mendapat porsi keberangkatan mencapai 2.631 orang, angka yang menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Namun di balik lonjakan tersebut, tak semua calon jemaah siap berangkat. Hingga batas akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), masih ada ratusan calhaj yang belum menyelesaikan kewajibannya.
Kasi Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Depok, Boby Arvianto mengungkapkan, dari total kuota yang tersedia, sebanyak 2.423 jemaah telah melunasi biaya. Sementara itu, sekitar 208 jemaah lainnya belum melakukan pelunasan.
“Dari total 2.631 kuota, yang sudah melunasi 2.423. Berarti kurang lebih ada 208 yang belum melunasi,” ujar Boby, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, belum dilunasinya Bipih oleh ratusan jemaah dipicu berbagai faktor. Mulai dari kendala ekonomi, kondisi kesehatan, hingga persoalan administrasi yang belum rampung.
Tak hanya itu, ada pula jemaah yang memilih menunda keberangkatan karena alasan tertentu. Situasi ini membuat sebagian calhaj belum bisa melanjutkan proses keberangkatan pada musim haji tahun ini.
Meski demikian, Boby memastikan hak para jemaah tersebut tidak akan hangus. Mereka tetap memiliki kesempatan untuk berangkat di tahun berikutnya selama tidak membatalkan nomor porsi haji.
“Jemaah yang tidak melunasi itu akan menjadi haknya di tahun berikutnya. Selama tidak membatalkan nomor kursinya, haknya tetap ada,” tegasnya.
Sementara itu, kekosongan kuota akibat jemaah yang belum melunasi akan diisi melalui mekanisme jemaah cadangan atau tahap pelunasan lanjutan.
Dengan skema tersebut, pemerintah optimistis seluruh kuota haji Depok yang meningkat tajam tahun ini tetap dapat terserap maksimal.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk fleksibilitas pemerintah dalam memberi ruang bagi calon jemaah yang belum siap secara finansial maupun administratif, tanpa harus kehilangan kesempatan berhaji di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan