INDORAYATODAY.COM  – Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 tetap berjalan aman meski tensi geopolitik global tengah memanas. Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah memberikan jaminan penuh bahwa seluruh rangkaian prosesi haji tahun ini terkendali.

Kepastian tersebut disampaikan Dahnil usai melepas keberangkatan ratusan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah dan Bandara di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (17/4/2026).

“Sampai dengan hari ini, pemerintah Kerajaan Saudi Arabia memastikan semuanya baik-baik saja. Semuanya bisa dikendalikan dan mereka menjamin proses perhajian tahun ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Dahnil.

Dahnil mengajak jamaah untuk tidak terlalu cemas dengan situasi konflik global. Baginya, ibadah haji justru membawa pesan perdamaian yang kuat, yang seharusnya menjadi bahan refleksi bagi negara-negara yang tengah bersitegang.

“Haji itu sejatinya pesan perdamaian, kesetaraan, hingga perlindungan terhadap makhluk hidup. Saya berkeyakinan para pemimpin dunia yang berkonflik memahami nilai-nilai ini,” imbuhnya.

Selain soal keamanan global, Dahnil menyoroti tantangan nyata yang dihadapi petugas haji Indonesia tahun ini. Berdasarkan data demografi, jamaah haji Indonesia memiliki karakteristik yang membutuhkan pendampingan ekstra intensif.

Berikut adalah potret jamaah haji Indonesia 2026:

Risiko Tinggi: Sekitar 177 ribu jamaah masuk kategori risiko tinggi (risti) karena penyakit penyerta.

Latar Belakang Pendidikan: 55 ribu jamaah tercatat tidak lulus SD.

Pengalaman Perjalanan: Sekitar 100 ribu jamaah baru pertama kali naik pesawat dan baru pertama kali ke luar negeri.

Profesi: 30 persen jamaah adalah petani, sementara 25 persen lainnya adalah guru dan karyawan biasa.

“Petugas kita tahun ini berjumlah lebih dari 400 orang yang dikirim secara bertahap. Tugas mereka berat, tidak hanya mendampingi secara spiritual, tapi juga teknis dan administratif karena banyak jamaah kita yang awam dengan perjalanan luar negeri,” jelas Dahnil.

BACA JUGA:  Daftar Negara Siap Bantu AS-Israel Perangi Iran, Ada Arab Saudi

Dahnil menegaskan, fokus utama pemerintah tahun ini adalah memastikan seluruh jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk di tengah situasi global yang dinamis.