DEPOK, INDORAYA TODAY – Perayaan puncak Hari Raya Nyepi yang diwujudkan dalam kegiatan Dharmasanti berlangsung khidmat dan meriah di Pura Prajapati Purna Pralina, Kelapa Dua, Cimanggis, Sabtu (25/4/2026). Ratusan umat Hindu hadir dalam kegiatan tersebut bersama sejumlah tokoh, termasuk Wali Kota Depok, Supian Suri dan Dankor Brimob Ramdani Hidayat.

Ketua Banjar Purna Widya, Nyoman Agus Asrama, menyampaikan bahwa perayaan Nyepi tahun ini mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam” yang bermakna seluruh dunia adalah satu keluarga. Tema tersebut, kata dia, menjadi penguat nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, rangkaian Nyepi tidak hanya bersifat ritual keagamaan, tetapi juga memiliki dimensi sosial. Salah satunya melalui kegiatan Saka Deva Boghanam berupa pembagian takjil kepada umat Muslim sebagai bentuk kepedulian lintas agama.

“Kita adalah satu keluarga besar. Umat Hindu juga berkontribusi dalam pembangunan Kota Depok dan DKI Jakarta,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya, dikutip Senin (27/4/2027).

Sejumlah kegiatan turut memeriahkan perayaan Nyepi, mulai dari lomba keagamaan, pawai ogoh-ogoh yang sebelumnya digelar di kawasan Monumen Nasional, hingga rangkaian upacara Melasti sebagai simbol penyucian alam semesta dan diri manusia.

Umat Hindu juga menjalankan Catur Brata Penyepian serta yoga sebagai bagian dari pengendalian diri dan penyatuan spiritual antara manusia dengan Tuhan. Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

Puncak acara Dharmasanti berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan. Para umat dan tamu undangan mengikuti rangkaian acara sebagai bentuk refleksi dan penguatan nilai spiritual.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Depok, Supian Suri menegaskan bahwa umat Hindu merupakan bagian dari keluarga besar masyarakat Kota Depok. Ia menyatakan pemerintah kota berkomitmen menjaga harmoni dan tidak membeda-bedakan warganya.

BACA JUGA:  Tahun 2027, Depok Punya BPBD dan Struktur OPD Baru

“Kami akan terus menjaga harmonisasi yang telah terbangun. Pemerintah Kota Depok juga akan memberikan perhatian kepada umat Hindu, termasuk dukungan anggaran,” kata Supian.

Selain itu, Pemkot Depok bersama DPRD berencana menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait pembiayaan tenaga pengajar di pasraman agar tidak ada pungutan biaya. Pemerintah juga menargetkan penguatan program pendidikan gratis bagi sekitar 150 siswa.

Supian turut mengapresiasi dukungan Ramdani Hidayat serta seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga keharmonisan di Kota Depok. Ia berharap nilai kebersamaan dalam perayaan Nyepi dapat terus memperkuat persatuan warga.

“Selamat Hari Raya Nyepi. Harmonisasi yang terjalin hari ini adalah kebanggaan Kota Depok,” ujarnya.