DEPOK, INDORAYA TODAY – PT Tirta Asasta Depok terus memperkuat komitmennya menciptakan perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan bebas praktik korupsi.
Keseriusan itu ditunjukkan dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kegiatan sosialisasi pencegahan korupsi dan penerapan sapu bersih pungutan liar di lingkungan kerja perusahaan, Rabu 13 Mei 2026.
Puluhan pegawai PT Tirta Asasta Depok mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan budaya integritas di internal perusahaan.
Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, Olik Abdul Holik menegaskan, langkah itu menjadi upaya nyata perusahaan agar terus berkembang tanpa tersandera praktik korupsi maupun pungutan liar.
“Ini merupakan upaya kami untuk mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi energi buat teman-teman, karena kami ingin perusahaan terus maju dan terhindar dari praktik korupsi,” ujar Olik, dilansir dari situs resmi PT Tirta Asasta Depok, Sabtu (16/5/2026).
Dia mengatakan, Tirta Asasta saat ini tengah bersiap menuju IPO. Karena itu, perusahaan harus menjaga kesehatan tata kelola dan integritas di seluruh lini.
Menurut Olik, hasil penilaian Good Corporate Governance (GCG) Tirta Asasta terus mengalami peningkatan signifikan.
“Alhamdulillah penilaian GCG kami di 2024 nilainya 70, di 2025 masih tahap asesmen nilainya kurang lebih 78, mudah-mudahan bisa 80 nilainya. Meskipun nilai 78 sudah kategori baik,” paparnya.
Komisaris Utama PT Tirta Asasta Depok, Nina Suzana mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Depok dan KPK dalam memperkuat budaya antikorupsi di perusahaan.
Dia menilai, praktik korupsi maupun pungutan liar bisa dicegah mulai dari diri sendiri dan dari kebiasaan kecil di lingkungan kerja.
“Kalau sikap itu sudah tertanam dalam diri kita, Insya Allah praktik korupsi dan pungutan liar tidak ada,” tandasnya.
Nina juga menegaskan, jajaran komisaris dan direksi terus saling mengingatkan dan mengawasi agar semangat integritas tetap terjaga.
Menurutnya, nilai Spiritual, Integritas, Amanah dan Peduli (SIAP) yang menjadi tagline PT Tirta Asasta harus dipegang kuat oleh seluruh pegawai.
“Jika itu sudah dipegang, Insya Allah kita akan selamat dunia akhirat,” jelasnya.
Sementara itu, Kasatgas Koordinasi Supervisi KPK, Arif Nur Cahyo mengatakan agenda pencegahan korupsi di lingkungan BUMD harus terus diperkuat.
Dia berharap seluruh pegawai semakin berani melakukan langkah pencegahan korupsi di perusahaan.
Dalam closing statement-nya, Arif menegaskan bahwa perusahaan air minum yang sehat bukan hanya soal pelayanan air bersih, tetapi juga menjaga kepercayaan publik.
“Ada tiga hal yang harus diperhatikan yakni komitmen pimpinan dalam membangun budaya integritas dari level tertinggi, kemudian perbaikan sistem untuk menutup celah korupsi melalui tata kelola berbasis risiko, dan kolaborasi pengawasan antara pemda, APIP, BPKP dan KPK,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan