INDORAYATODAY.COM — Bupati Bogor Rudy Susmanto turun langsung ke Situ Citatah, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/5/2026). Aksi ini dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para pegiat lingkungan untuk menangkap ikan sapu-sapu massal sebagai upaya menjaga ekosistem perairan sekaligus mengendalikan sedimentasi penyebab banjir.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 yang tahun ini difokuskan pada isu lingkungan hidup dan pelestarian sumber daya air di wilayah Kabupaten Bogor.
“Hari ini jelang HJB kita memang ada beberapa rangkaian kegiatan terutama yang menyangkut terkait lingkungan,” ujar Rudy Susmanto di Situ Citatah, Cibinong, Rabu.
Rudy menjelaskan, aksi penangkapan ikan sapu-sapu ini sengaja digelar sebagai stimulus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian situ maupun sungai.
Keterlibatan langsung jajaran pemerintah daerah dengan turun ke air bertujuan untuk melihat kondisi riil pencemaran lingkungan secara langsung, mulai dari tingginya laju sedimentasi hingga sebaran sampah di kawasan situ.
“Tadi kenapa kita turun langsung ke air? Kita ingin memastikan, oh ternyata sedimentasi cukup tinggi, sampah cukup banyak. Kewajiban dan tanggung jawab kita bersama untuk kita bersihkan bersama, kita rawat bersama-sama,” kata Rudy.
Menurut Rudy, pengendalian sedimentasi secara berkala menjadi salah satu kunci krusial untuk mengurangi potensi bencana banjir di wilayah hilir. Jika masalah pendangkalan ini dapat diatasi, daya tampung air situ akan maksimal sehingga meminimalisasi luapan air.
Dalam aksi yang berlangsung singkat tersebut, petugas dan relawan berhasil mengumpulkan lebih dari 200 kilogram ikan sapu-sapu hanya dalam waktu sekitar satu hingga dua jam.
Sebagai daerah hulu yang menyuplai air bagi sejumlah wilayah di Jabodetabek—termasuk kawasan hulu Sungai Ciliwung di Puncak seperti Telaga Saat dan Telaga Warna—Kabupaten Bogor memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas lingkungan perairan.
Oleh sebab itu, Pemkab Bogor telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni mendatang. Langkah yang akan diambil meliputi penanaman pohon massal serta pelepasan indukan ikan lokal di kawasan hulu sungai.
“Kita juga akan melepaskan indukan-indukan ikan lokal yang ada di sungai tersebut,” ucap Rudy.
Rudy menambahkan, pelepasan indukan ikan lokal ini merupakan serapan aspirasi dari para pegiat lingkungan agar populasi ikan endemik dapat kembali berkembang biak dengan baik dari hulu hingga ke hilir sungai.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus menggalakkan program normalisasi sungai di sejumlah titik rawan. Terkait keberadaan bangunan yang telanjur berdiri di sempadan sungai, Pemkab Bogor memilih untuk mengedepankan pendekatan musyawarah dengan warga terdampak.
“Hari ini kita memprioritaskan kepada lahan-lahan yang masih kosong kita hijaukan bersama. Sudah lebih dari satu tahun progresnya cukup baik tapi kita tidak berhenti menanam,” tutur Rudy.
Sementara itu, pegiat lingkungan Arief Kamarudin mendukung penuh langkah Pemkab Bogor. Ia menegaskan bahwa ikan sapu-sapu merupakan salah satu spesies invasif yang populasinya harus dikendalikan secara ketat karena dapat merusak keseimbangan rantai makanan dan ekosistem air tawar lokal.
“Sapu-sapu kan ikan invasif, jadi memang harus dikontrol karena kalau dibiarkan akan merusak ekosistem,” kata Arief.

Tinggalkan Balasan