DEPOK, INDORAYA TODAY – PT Tirta Asasta Depok terus menunjukkan kinerja positif dalam penguatan tata kelola perusahaan. Badan usaha milik daerah itu mencatat peningkatan nilai Good Corporate Governance (GCG) dari tahun ke tahun.
Direktur Utama M. Olik Abdul Holik mengungkapkan, capaian GCG perusahaan pada 2024 berada di angka 70.
Sementara pada 2025, meski masih dalam tahap asesmen, nilainya sudah menyentuh kisaran 78.
“Dan mudah-mudahan kami berharap nilainya bisa 80. Meskipun nilai 78 sudah masuk kategori baik,” ujar Olik, dilansir dari situs resmi Tirta Asasta, Minggu (24/5/2026).
Tak hanya fokus pada tata kelola, PT Tirta Asasta Depok juga terus memperkuat sistem manajemen risiko perusahaan.
Saat ini, indeks manajemen risiko perusahaan berada di angka 3,18 dari skala maksimal 5.
“Mudah-mudahan bisa naik lagi. Selain itu PT Tirta Asasta juga menjadi percontohan yang akan diaudit oleh Kemenkes,” paparnya.
Menurut Olik, pencapaian tersebut menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam membangun sistem kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Untuk memperkuat budaya kerja internal, PT Tirta Asasta Depok juga mengembangkan budaya perusahaan bertajuk SIAP.
Budaya SIAP merupakan singkatan dari Spiritual, Integritas, Amanah, dan Peduli.
Menariknya, budaya tersebut lahir dari inisiatif pegawai tanpa intervensi direksi.
“Kami juga tengah membuat agen perubahan menuju arah lebih baik lagi,” katanya.
Langkah itu dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi perusahaan agar mampu berkembang lebih luas dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Depok.
Sebagai informasi, Good Corporate Governance merupakan sistem tata kelola perusahaan yang dirancang untuk mengarahkan dan mengendalikan bisnis secara profesional, transparan, dan beretika.
Penerapan GCG bertujuan menciptakan keseimbangan hak dan kewajiban seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap perusahaan.

Tinggalkan Balasan