INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman angkat bicara terkait pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang berujung pada pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Dudung menyebut Presiden Prabowo Subianto menerima berbagai informasi dan masukan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum mengambil keputusan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Dudung saat dimintai tanggapan mengenai kemungkinan adanya kaitan antara pergantian pimpinan BGN dengan dugaan praktik jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Usai menghadiri rapat bersama Komisi XIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026), Dudung tidak menampik adanya kemungkinan dugaan praktik tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah.

“Ya, kemungkinan besar seperti itu (karena adanya temuan dugaan praktik jual beli titik dapur). Banyaklah informasi-informasi ke beliau (Presiden Prabowo Subianto),” kata Dudung kepada wartawan.

Menurut dia, berbagai informasi yang diterima Presiden tidak hanya berasal dari satu sumber, tetapi juga dari berbagai pihak yang memberikan masukan terkait pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.

“Saya rasa ke Presiden yang nyampe bukan tidak serta merta dari temuan saya di lapangan tetapi dari banyak sumber lah, saya yakin,” ujarnya.

Pernyataan Dudung menambah perhatian publik terhadap proses evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap Badan Gizi Nasional, terutama setelah Presiden Prabowo merombak jajaran pimpinan lembaga tersebut pada Selasa (2/6/2026).

Dudung juga mengungkapkan dirinya sempat melakukan inspeksi mendadak ke lapangan sekitar satu bulan lalu untuk melihat langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam kunjungan tersebut, ia mengaku menemukan sejumlah ketimpangan yang menjadi bahan perhatian pemerintah. Meski demikian, Dudung menegaskan pelaksanaan program secara umum telah berjalan cukup baik di berbagai daerah.

BACA JUGA:  78 Persen Warga Depok Puas Kinerja 100 Hari Supian Suri–Chandra Rahmansyah, Menurut Survei LSDI

Menurutnya, Presiden menginginkan seluruh program berjalan sesuai tujuan tanpa adanya penyimpangan sekecil apa pun.

“Tapi Presiden inginnya sempurna bahwa semua itu tidak ada terjadi sedikit pun ada yang menyimpang dari program beliau. Karena ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” katanya.

Pernyataan Dudung muncul di tengah sorotan terhadap Badan Gizi Nasional setelah pergantian pimpinan dan penggeledahan kantor BGN oleh Kejaksaan Agung. Meski belum ada penjelasan resmi mengenai keterkaitan kedua peristiwa tersebut, Dudung menegaskan Presiden Prabowo melakukan evaluasi berdasarkan berbagai informasi dan laporan yang diterima terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.