INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman angkat bicara terkait penutupan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.
Dudung mengatakan dirinya telah memperoleh penjelasan langsung dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, terkait penghentian operasional sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Menurut Dudung, penutupan sementara sejumlah SPPG dilakukan sebagai bagian dari upaya evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG agar tetap berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
“Saya ketemu dengan Kepala BGN bahwa memang akan dicek ulang bahwa yang tidak memenuhi syarat, itu nanti akan disuspen,” kata Dudung di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh satuan pelayanan yang terlibat dalam program MBG mampu memenuhi ketentuan operasional yang telah ditetapkan BGN.
Dudung menegaskan, penutupan sejumlah SPPG yang ramai diperbincangkan bukan dilakukan tanpa alasan. Menurutnya, terdapat sejumlah aspek yang dinilai tidak sesuai dengan standar pelaksanaan program.
“Maka ini akan ditertibkan oleh Kepala BGN yang baru,” ujarnya.
Ia berharap proses evaluasi dan penertiban tersebut dapat memperkuat pelaksanaan program MBG sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ya, mudah-mudahan ke depan akan semakin baik, sehingga MBG ini betul-betul dirasakan dan memang sesuai dengan harapan Bapak Presiden,” kata Dudung.
Sebelumnya, sejumlah dapur MBG di berbagai daerah menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional.
Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tercatat 30 SPPG menghentikan sementara kegiatan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
“Hari ini yang berhenti operasional sementara akibat dana belum cair di Kabupaten Demak ada 30 SPPG,” kata Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Demak, Muzani Ali Sadikin.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Brebes. Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, menyebut sebanyak 31 SPPG untuk sementara tidak beroperasi karena dana operasional dari pusat belum dicairkan.
Akibat penghentian operasional tersebut, distribusi makanan bergizi kepada ribuan siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah ikut terdampak.
Meski mengalami kendala operasional di sejumlah daerah, program Makan Bergizi Gratis masih menjadi salah satu program yang dinantikan masyarakat, khususnya para siswa penerima manfaat.
Sejumlah siswa yang terdampak penghentian sementara distribusi makanan berharap layanan dapat kembali berjalan normal dalam waktu dekat karena dinilai membantu pemenuhan kebutuhan gizi harian mereka.
Pemerintah melalui BGN pun kini tengah melakukan evaluasi terhadap operasional SPPG sekaligus menata kembali pelaksanaan program agar berjalan sesuai standar dan tujuan yang telah ditetapkan.

Tinggalkan Balasan