DEPOK, INDORAYA TODAY – Akademisi muda bidang demokrasi dan kebijakan publik, M. Fadil Haq, mengajak masyarakat menyikapi berbagai aksi mahasiswa dengan mengedepankan objektivitas dan nalar kritis.

Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional yang harus dihormati dalam kehidupan demokrasi.

Namun, setiap tuntutan yang disampaikan perlu didukung argumentasi yang kuat, data yang valid, dan solusi yang konstruktif.

“Mahasiswa memiliki peran penting dalam demokrasi. Namun setiap tuntutan harus dibangun di atas data, argumentasi yang kuat, serta orientasi pada kepentingan publik,” kata Fadil di Depok, Sabtu (13/6/2026).

Dia menilai masyarakat berhak menilai sejauh mana tuntutan yang disampaikan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat luas.

Fadil juga mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak terjebak dalam mobilisasi emosional maupun kepentingan politik tertentu.

Menurut dia, mahasiswa memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan moral yang mengawal perjalanan bangsa.

Di sisi lain, Fadil menyoroti berbagai langkah pembenahan yang tengah dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah tersebut antara lain pemberantasan korupsi, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta penguatan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Dia menilai berbagai reformasi itu berpotensi memunculkan resistensi dari kelompok yang merasa kepentingannya terganggu.

Fadil juga menanggapi kritik terhadap sejumlah program strategis pemerintah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, kritik seharusnya diarahkan untuk memperbaiki pelaksanaan program, bukan menghentikannya secara keseluruhan.

“Setiap kebijakan publik membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan. Kritik yang konstruktif akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan narasi yang hanya memperkeruh suasana,” ujarnya.

Fadil berharap gerakan mahasiswa tetap menjaga independensi serta menghadirkan kritik yang didukung kajian akademis dan solusi konkret.

Dia juga mengajak seluruh elemen bangsa mengedepankan dialog, kolaborasi, dan semangat persatuan dalam mengawal pembangunan nasional.

BACA JUGA:  Remaja Putus Sekolah Bisa Daftar Sekolah Swasta Gratis di Depok, Cek Syaratnya