DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Pelaksanaan Musyawarah Kota (Mukota) VI Kadin Kota Depok dipastikan diwarnai carut-marut kepanitiaan dan ketidakjelasan data.

Panitia bahkan tidak mengetahui secara pasti jumlah pasti anggota Kadin Depok yang memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) aktif.

Padahal, kepemilikan KTA aktif merupakan syarat mutlak dalam proses pemilihan Ketua Kadin Kota Depok.

Ketidakjelasan data anggota tersebut terkuak saat panitia menggelar konferensi pers di kantor Kadin Depok, Senin (3/8/2026).

Ketua Steering Committee (SC) Mukota VI Kadin Depok, Irsan Randy, tampak gagap saat ditanya angka pasti anggota pemilik KTA.

“(Jumlah anggota yang ber-KTA?). Hampir, banyaklah,” kata Irsan Randy saat mencecar pertanyaan awak media, Senin.

Saat didesak mengenai angka spesifiknya, Randy hanya memberikan perkiraan kasar tanpa dasar data riil yang valid.

“Banyak kalau digabung sama mikro (usaha mikro) ini, ribuan. Hampir 2.000-3.000,” ujar Irsan Randy berkilah.

Irsan berdalih bahwa validasi angka pasti kepesertaan Mukota baru akan diketahui setelah proses verifikasi internal selesai dilakukan.

“Belum tahu (angka spesifiknya), nanti setelah verifikasi, untuk kepesertaan,” ucap Irsan Randy pasrah.

Selain buta data anggota, Mukota Kadin Depok juga diterpa drama gagalnya pendaftaran calon tunggal, dr. Karlina.

Pendaftaran dr. Karlina batal setelah diwarnai isu dugaan uang kontribusi serta penarikan berkas oleh pihak pendaftar.

“Dia tidak bersepakat dengan kita dengan angka segitu. Dia tarik kembali berkasnya, bukan kita yang menyerahkan,” tegas Randy.

Atas kegagalan ini, panitia resmi membuka pendaftaran baru calon Ketua Kadin Depok periode 2026-2030 hingga satu bulan menjelang pelaksanaan Mukota.

BACA JUGA:  Depok Hijau, Pemkot Tanam 75 Pohon Usai Peringatan Hari Lahir Pancasila