INDORAYATODAY.COM — Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia dalam mendorong perdamaian di Palestina serta memperkuat peran negara-negara kekuatan menengah (middle powers) yang terhimpun dalam MIKTA.

Imbauan tersebut disampaikan di sela rangkaian High-Level Week Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (21/9/2026).

Dalam Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries, Sugiono menyoroti kondisi krisis di Gaza yang membutuhkan respons cepat dan konkret dari komunitas internasional.

“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,” ujar Sugiono, Senin.

Selain isu Palestina, Sugiono turut menghadiri pertemuan tingkat menteri MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia).

Indonesia mendorong MIKTA mengambil peran lebih besar dalam mereformasi tata kelola sistem multilateral agar lebih inklusif dan responsif terhadap tantangan global, termasuk tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Sugiono juga memberikan apresiasi atas kesolidan MIKTA yang bertindak cepat merilis pernyataan bersama saat terjadi insiden penyerangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian Indonesia (UNIFIL) di Lebanon pada April 2026 lalu.

BACA JUGA:  Menlu Sugiono Sampaikan Duka Cita Wafatnya Raja Norwegia Harald V