DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok mulai memetakan sejumlah risiko yang berpotensi mendorong inflasi pada 2027.
Tekanan harga diperkirakan datang dari berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, transportasi hingga pendidikan.
Kepala BPS Kota Depok Agus Marzuki mengatakan, inflasi bulanan atau month to month (mtm) Depok pada Agustus 2026 tercatat 0,07 persen.
“Kalau kita lihat untuk yang starting nya kan udah tinggi,” kata Agus, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi tekanan harga pada tahun berikutnya.
“Ini berarti ke depannya sih khawatirnya itu ada mengalami tekanan dari tahun 2027,” ujarnya.
Sektor pangan menjadi salah satu yang diwaspadai. Kekeringan, hujan ekstrem, gagal panen hingga gangguan distribusi bisa berdampak terhadap harga beras, cabai, bawang, telur, daging ayam, minyak goreng dan sayuran.
Risiko juga datang dari sektor energi. Harga minyak dunia, nilai tukar rupiah serta kebijakan subsidi dan kompensasi pemerintah dinilai dapat memengaruhi pergerakan harga.
“Kemudian mengenai energi, jangan sekali-kali menaikkan harga di situasi yang tidak kondusif. Ini langsung bisa memicu inflasi,” tegas Agus.
Pembangunan Flyover Margonda dan Underpass Citayam pada 2027 juga menjadi perhatian BPS. Kemacetan akibat proyek tersebut berpotensi menambah waktu tempuh dan menekan kelompok transportasi.
Pendidikan turut menjadi sektor yang disorot. Agus menyebut biaya pendidikan di Depok memiliki kontribusi terhadap inflasi.
“Yang utama lagi juga mengenai inflasi biaya dari pendidikan. Nah ini penting karena memang pendidikan di Kota Depok itu termasuk penyumbang inflasi,” katanya.
Selain itu, pelemahan rupiah, peningkatan aktivitas konstruksi, kenaikan harga emas, serta upah pekerja juga berpotensi menciptakan tekanan harga. Karena itu, BPS mendorong koordinasi dengan Pemkot Depok untuk memantau permintaan dan pertumbuhan ekonomi.
“Ya kita gak tahu tahun depan. Tapi inilah gambaran dan kita harus waspada sampai tahun depan,” tuntas Agus.

Tinggalkan Balasan