INDORAYATODAY.COM — Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa politik luar negeri bebas-aktif Indonesia tetap relevan di tengah rivalitas global, selama Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang tangguh.

Kekuatan negara kini tidak lagi sekadar soal pertahanan fisik, melainkan kapasitas ekonomi.

Guna mewujudkan hal tersebut, Kementerian Luar Negeri telah merestrukturisasi organisasi dengan mengaktifkan kembali Direktorat Jenderal Diplomasi Ekonomi. Langkah ini bertujuan untuk menerjemahkan peluang bisnis dan investasi internasional menjadi hasil konkret bagi kesejahteraan rakyat.

Poin Strategis Diplomasi Ekonomi RI:

Sinergi “Indonesia Incorporated”: Melibatkan Kadin pusat hingga daerah guna memastikan manfaat ekonomi mengalir ke seluruh pelosok tanah air.

Akselerasi Pasar Global: Mempercepat berbagai perjanjian dagang seperti CEPA dengan Uni Eropa, FTA ASEAN-Kanada, serta menjajaki pasar baru di Afrika dan Pasifik (termasuk CPTPP).

Diversifikasi Mitra: Mengurangi ketergantungan pada negara tertentu untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Fasilitasi Investasi: Kemlu membentuk Satuan Tugas (Task Force) khusus untuk membantu investor asing maupun domestik mengatasi hambatan birokrasi di Indonesia.

“Jika ada masalah investasi atau bisnis yang tersangkut dalam birokrasi Indonesia, mohon beri tahu kami. Kemlu siap membantu mencarikan solusinya,” tegas Sugiono.

 

BACA JUGA:  Menlu Ungkap 8.000 Warga Keturunan Indonesia Teridentifikasi di Filipina