INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan pengembangan perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare di berbagai daerah Indonesia. Program tersebut ditujukan untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah mempercepat pengembangan sejumlah komoditas strategis seperti kakao, kopi, kelapa, dan tebu melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pangan.

“Kami bersama teman-teman semua, bersama BUMN pangan, kita melakukan akselerasi. Akselerasi hilirisasi dan tanam. Tanam kakao, kopi, kelapa, dan tebu,” ujar Amran usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (18/6/2026).

Amran menjelaskan, program pengembangan perkebunan tersebut akan menyasar petani di berbagai wilayah Indonesia.

Total lahan yang disiapkan pemerintah mencapai 870 ribu hektare dan mencakup sejumlah daerah, termasuk seluruh kabupaten di Papua.

“Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare, termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua,” katanya.

Menurut Amran, program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan.

Lahan perkebunan rakyat itu akan diberikan dalam bentuk hibah sehingga dapat dimanfaatkan langsung oleh petani.

“Insyaallah perkebunan, sektor perkebunan yang tadi 870 ribu hektare itu untuk rakyat seluruh Indonesia, untuk petani kita. Itu hibah dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Selain memperluas perkebunan rakyat, pemerintah juga mendorong pembangunan industri hilirisasi agar komoditas pertanian memiliki nilai tambah lebih besar.

Untuk komoditas kelapa, pemerintah mulai mengembangkan fasilitas pengolahan di sejumlah daerah.

“Selanjutnya hilirisasi kita kejar. Hilirisasi kelapa, pabriknya sudah terbangun di Maluku Utara satu, Insyaallah tahun ini mudah-mudahan selesai dua, kemudian di Morowali satu, dan Indragiri Hilir,” jelas Amran.

BACA JUGA:  Halal Bihalal di Kediaman Ahmad Muzani, Ajang Silaturahmi hingga Konsolidasi Politik

Pengembangan industri pengolahan tersebut diharapkan membuat hasil perkebunan tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Amran menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar percepatan hilirisasi tetap berjalan dengan memperhatikan tantangan sektor pertanian, termasuk potensi dampak cuaca ekstrem seperti El Nino.

Pemerintah juga terus memberikan dukungan kepada petani melalui berbagai bantuan, mulai dari penyediaan alat pertanian, traktor, perluasan lahan sawah, hingga program cetak sawah baru.

Dengan penguatan dari sisi produksi hingga hilirisasi, pemerintah berharap sektor pertanian dan perkebunan dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.