DEPOK, INDORAYA TODAY – Progres pembangunan Depok Open Space (DOS) III di Kota Depok terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 18 Juni 2026, realisasi fisik proyek ruang publik tersebut sudah mencapai 40 persen.
Depok Open Space Tahap III menjadi salah satu proyek strategis yang saat ini tengah dikebut oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok.
Sekretaris Disrumkim Kota Depok, Suwandi, memastikan pekerjaan di lapangan terus dipantau secara ketat agar sesuai target waktu.
“Per 18 Juni progresnya sudah 40 persen. Untuk pekerjaannya terus kami pantau,” kata Suwandi di Balai Kota Depok, Rabu (24/6/2026).
Ia menegaskan, pembangunan DOS III menjadi salah satu prioritas yang diharapkan dapat menambah ruang publik berkualitas di Kota Depok.
Selain DOS III, Disrumkim juga tengah mengawal sejumlah proyek lain yang masih berada dalam tahap pengadaan lelang.
Proyek tersebut antara lain Puskesmas Leuwinanggung, Puskesmas Pancoran Mas, serta Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI).
Tak hanya itu, terdapat pula rehabilitasi RSUD ASA, pembangunan Kantor Kelurahan Meruyung, Kantor Imigrasi, hingga Gedung Batik.
Suwandi menyebut, khusus proyek RKAI, proses lelang sudah memasuki tahap evaluasi dan tinggal menunggu penetapan pemenang tender.
“Kalau RKAI lelangnya sudah berjalan, masuk tahap evaluasi. Tinggal tunggu pemenangnya,” ujarnya.
Ia menargetkan, awal Juli 2026 seluruh proses kontrak sudah dapat diteken sehingga pekerjaan fisik bisa langsung dimulai.
“Awal Juli sudah berkontrak, sudah ada pemenang. Artinya Juli sudah mulai pekerjaan,” kata Suwandi.
Dengan sisa waktu sekitar enam bulan hingga akhir 2026, seluruh proyek ditargetkan dapat dikebut sesuai jadwal.
Jika berjalan sesuai rencana, berbagai proyek tersebut diproyeksikan mulai dapat dimanfaatkan masyarakat pada 2027.
RKAI sendiri akan dibangun di lahan eks SDN Pondok Cina 1 dan difungsikan sebagai pusat fasilitas bagi anak-anak istimewa.
Suwandi menegaskan, keberadaan RKAI menjadi kebanggaan tersendiri karena belum banyak daerah lain di Jawa Barat yang memiliki fasilitas serupa.
“Kita harus berbangga, karena kabupaten/kota lain khususnya di Jawa Barat, belum ada yang memiliki RKAI untuk memfasilitasi anak-anak istimewa,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh program pembangunan ini menjadi bukti komitmen Pemkot Depok dalam meningkatkan pelayanan infrastruktur publik yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan