INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkot) Bogor menjadikan prosesi penjemputan bendera pusaka di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, sebagai momentum untuk mengenang sejarah panjang perjuangan bangsa.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, Malasari memiliki kedudukan penting dalam sejarah daerah karena sempat menjadi pusat ibu kota pemerintahan pada masa revolusi fisik pascakemerdekaan.
“Di tempat yang sakral dan terhormat ini, kita berdiri bersama mengenang cikal bakal berdirinya Kabupaten Bogor dan perjuangan bangsa Indonesia,” kata Rudy di Nanggung, Kabupaten Bogor, Minggu (9/8/2026).
Prosesi penjemputan bendera pusaka digelar di rumah sejarah bekas Kantor Bupati Bogor sebagai rangkaian Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rumah sejarah di Malasari pernah difungsikan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Raden Ipik Gandamana pada 1948–1950. Kala itu, pusat pemerintahan harus berpindah-pindah akibat Agresi Militer Belanda II.
Desa yang terletak di wilayah barat Kabupaten Bogor tersebut menjadi pusat pemerintahan sipil selama sekitar lima bulan. Dari lokasi inilah Ipik Gandamana menjalankan roda pemerintahan, termasuk melantik lurah di 16 desa pada 16 Februari 1949.
Rudy menilai, antusiasme masyarakat yang hadir melintasi rute jauh menuju Malasari membuktikan kuatnya semangat nasionalisme dan patriotisme warga.
“Satu bendera dijemput, maka kita menjemput semangat perjuangan dan keikhlasan para pahlawan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegas Rudy.
Ia berharap nilai-nilai pengorbanan para pendahulu dapat terus menginspirasi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan serta merawat persatuan.

Tinggalkan Balasan