INDORAYATODAY.COM — Angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Bogor menembus 60.000 kasus pada tahun ajaran 2025/2026 dan menjadi yang tertinggi di Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memangkas angka ATS di wilayahnya.
Rudy menjelaskan tinggi angka ATS tersebut selaras dengan jumlah populasi Kabupaten Bogor yang saat ini mencapai 6,1 juta jiwa. Jumlah penduduk ini bahkan melampaui beberapa provinsi di Indonesia.
“Jika bicara persentase anak tidak sekolah, anak putus sekolah, kemiskinan, hingga pengangguran, angka kita memang terbanyak. Angka ini bukan untuk diperdebatkan, melainkan menjadi tantangan bagi kita untuk berjuang lebih ekstra,” kata Rudy di Cibinong, Bogor, Selasa (22/9/2026).
Guna mengatasi persoalan tersebut sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Pemkab Bogor menggulirkan sejumlah program prioritas mulai tahun 2026.
Di antaranya, pembiayaan sekolah swasta bagi calon siswa SD dan SMP dari keluarga kategori desil satu yang tidak lolos masuk sekolah negeri, peluncuran program “Satu Desa Satu Sarjana”, serta usulan kuota percepatan Kejar Paket ke Kementerian Pendidikan dengan pembiayaan APBD.
Rudy menegaskan penurunan angka ATS membutuhkan proses berkelanjutan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar target pencapaian Generasi Emas 2045 dapat terwujud.

Tinggalkan Balasan