INDORAYATODAY.COM – Video evakuasi seorang pendaki berbobot 145 kilogram di Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat, viral di media sosial. Pendaki asal Bekasi bernama Roby tersebut mengalami kram dan mati rasa pada kaki saat mendaki melalui Jalur Gunung Putri.

Akibat kondisi fisik yang tidak mampu melanjutkan perjalanan, tim relawan terpaksa melakukan evakuasi darurat yang berlangsung dramatis dari Pos 3 Buntut Lutung.

Salah seorang relawan dari organisasi Alam Terbuka (Alter), Ali (37), menjelaskan bahwa medan yang terjal dan bobot tubuh korban menjadi tantangan utama selama proses penyelamatan.

Metode: Relawan sempat mencoba menggendong korban menggunakan kain sarung, namun dinilai tidak efektif. Tim akhirnya membuat tandu darurat dari dua batang kayu dan kain sarung.

Durasi: Proses evakuasi membutuhkan waktu hingga 5,5 jam (pukul 15.30 WIB hingga 21.00 WIB) karena relawan harus bergantian menandu korban menuju titik aman di Tanah Merah.

“Karena bobot korban besar, prosesnya memerlukan waktu lumayan lama. Setibanya di bawah, pendaki tersebut langsung mendapatkan penanganan medis,” ujar Ali, Jumat (3/7/2026).

Ali mengungkapkan, insiden pendaki berbobot di atas 100 kg yang mengalami kelelahan di Jalur Gunung Putri bukan kali pertama terjadi. Mayoritas kasus disebabkan karena kaki pendaki tidak mampu lagi menopang berat badan saat menghadapi trek menanjak yang ekstrem.

Meski demikian, Ali menegaskan bahwa berat badan bukan satu-satunya penentu keberhasilan pendakian. Faktor utama yang paling berpengaruh adalah kesiapan dan kebugaran fisik.

Ia mengimbau kepada seluruh calon pendaki, khususnya yang memiliki berat badan berlebih, untuk selalu mengukur kemampuan fisik dan melakukan persiapan matang sebelum melakukan pendakian.

BACA JUGA:  Waspada! Pencuri Susu Bayi di Depok Gunakan Modus Pura-pura Cari Barang