INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) beroperasi hingga akhir 2026 guna memperkuat sistem distribusi nasional.
Target tersebut disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin. Menurut Prabowo, keberadaan KDMP akan membentuk rantai pasok yang terintegrasi dari pemerintah pusat hingga tingkat desa.
Ia mengatakan jaringan koperasi tersebut diharapkan mampu memperlancar distribusi berbagai komoditas sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran hasil produksi masyarakat.
“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pemerintah akan punya rantai pasok dari pusat sampai ke desa,” kata Prabowo.
Presiden menjelaskan, koperasi akan berperan dalam memperlancar penyaluran hasil pertanian dari daerah produsen menuju wilayah yang membutuhkan. Skema tersebut juga diharapkan dapat mencegah penumpukan komoditas pada periode tertentu yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan.
Selain memperbaiki distribusi, KDMP diproyeksikan mendukung upaya pengendalian inflasi melalui penyaluran barang dari daerah yang mengalami surplus produksi ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.
Untuk menunjang operasionalnya, setiap koperasi akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari gudang penyimpanan, ruang pendingin (cold storage), kendaraan angkut, gerai penjualan komoditas, layanan obat generik, hingga penyaluran berbagai barang bersubsidi.
Prabowo berharap keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga memberikan manfaat langsung bagi petani dengan memperpendek rantai distribusi hasil pertanian.
Menurut dia, distribusi yang lebih singkat akan membuka peluang bagi petani untuk memasarkan hasil panennya secara lebih langsung kepada konsumen, sehingga ketergantungan terhadap perantara maupun rentenir dapat dikurangi.
Pemerintah menilai sistem tersebut akan memperkuat posisi petani dalam rantai perdagangan sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi komoditas dari desa ke berbagai daerah.
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Koperasi, pembangunan KDMP terus berjalan. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 15.845 unit koperasi telah selesai dibangun.
Selain itu, terdapat 19.539 koperasi lainnya yang saat ini masih berada dalam tahap pembangunan sebagai bagian dari upaya mencapai target operasional pada akhir 2026.

Tinggalkan Balasan