INDORAYATODAY.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat ketahanan dan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.
Langkah ini dinilai penting karena dampak gejolak internasional kian terasa langsung oleh masyarakat di kawasan.
Pesan tersebut disampaikan Menlu Sugiono saat berpartisipasi dalam sesi retreat Pertemuan ke-59 Menlu ASEAN (AMM) yang berlangsung di Manila, Filipina, Selasa (21/7/2026).
“Perkembangan di luar kawasan semakin membawa konsekuensi langsung bagi kehidupan masyarakat kita. Karena itu, ASEAN harus semakin siap dan mampu merespons secara bersama,” tegas Sugiono.
Langkah Konkret Sektor Pangan dan Energi Indonesia mendorong agar komitmen bersama para pemimpin negara ASEAN segera diterjemahkan ke dalam koordinasi dan aksi nyata. Fokus utamanya mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi, kelancaran rantai pasok, serta kesiapsiagaan kawasan dalam mengantisipasi berbagai potensi krisis.
Selain membahas ketahanan ekonomi, para menlu ASEAN turut bertukar pandangan mengenai isu-isu strategis kawasan, seperti konflik di Myanmar dan dinamika di Laut China Selatan.
Terkait isu Myanmar, Sugiono menegaskan kembali komitmen Indonesia agar ASEAN terus terlibat aktif mendorong proses penyelesaian yang inklusif berlandaskan Konsensus Lima Poin (Five-Point Consensus/5PC).
Ia menggarisbawahi pentingnya menjaga soliditas dan kesatuan ASEAN dalam menghadapi setiap tantangan kawasan melalui jalan dialog serta pendekatan damai.
“Gejolak di sekitar kita mungkin berada di luar kendali. Namun, kemampuan ASEAN untuk menjaga kesatuan, memperkuat ketahanan, dan melindungi kepentingan masyarakat di kawasan berada di tangan kita sendiri,” pungkas Sugiono.

Tinggalkan Balasan