INDORAYATODAY.COM – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menargetkan revitalisasi hampir 200 museum dan cagar budaya di seluruh Indonesia pada tahun ini.
Program penataan ulang ini mencakup sejumlah museum provinsi hingga keraton-keraton bersejarah di Nusantara.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan, beberapa cagar budaya dan keraton besar yang masuk dalam daftar revitalisasi antara lain Istana Maimun di Medan, Keraton Kasunanan Surakarta, serta beberapa keraton di Kalimantan dan Sulawesi.
“Ada sekitar hampir 200 yang tahun ini akan kita revitalisasi, mulai dari museum hingga keraton-keraton besar. Salah satu fokus utama kami adalah pembenahan tata pamer di museum-museum provinsi,” ujar Fadli Zon dalam acara bincang santai di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Fadli menilai, saat ini banyak museum di tingkat provinsi memiliki koleksi artefak bernilai tinggi, tetapi kurang didukung oleh tata pamer yang interaktif dan modern.
Pembenahan tampilan visual dan narasi pameran dinilai penting agar museum menjadi destinasi edukasi yang nyaman serta menarik minat generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli mengapresiasi komitmen Gubernur Sulawesi Utara yang dinilai berhasil mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 15 miliar untuk revitalisasi museum provinsi secara total hingga meningkatkan angka kunjungan masyarakat secara signifikan.
Namun, Fadli juga menyayangkan masih adanya kepala daerah yang kurang memberikan perhatian pada pengembangan museum provinsi maupun taman budaya di wilayahnya.
Padahal, pemerintah pusat rutin menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebudayaan bernilai Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar per tahun untuk setiap daerah.
“Taman budaya dan museum provinsi ini mendapat DAK dari Kementerian Kebudayaan. Namun, kerap kali penganggarannya dibelokkan untuk keperluan lain di luar pemajuan museum atau taman budaya,” tegasnya.
Menteri Kebudayaan berharap para gubernur dan kepala daerah dapat memaksimalkan pemanfaatan DAK secara tepat sasaran, sehingga museum dan taman budaya dapat optimal menjalankan fungsinya sebagai pusat pelestarian sejarah sekaligus destinasi wisata berbasis budaya.

Tinggalkan Balasan