INDORAYATODAY.COM – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, enggan mencari kambing hitam setelah skuad asuhannya dipastikan gugur dan gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026.

Pelatih asal Inggris tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan wasit maupun kesalahan individu yang berujung pada gol balasan Singapura bukan menjadi alasan utama di balik kegagalan skuad Garuda mengamankan poin penuh.

Langkah Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 resmi terhenti setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga pamungkas Grup A di Stadion Jalan Besar, Singapura, Jumat (7/8/2026). Hasil ini membuat Singapura melenggang ke babak semifinal, sementara Indonesia harus angkat koper lebih awal di fase grup.

Dalam laga penentuan tersebut, Indonesia sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu lewat torehan gol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47. Namun, Singapura berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui aksi Ilhan Fandi.

Seusai pertandingan, Herdman memilih untuk tidak mempermasalahkan sejumlah kontroversi terkait keputusan wasit, termasuk pembatalan kartu merah bagi pemain Singapura, Song Ui-young.

“Tidak ada gunanya membahas kepemimpinan wasit malam ini. Itu hanya akan membuat saya mendapat masalah,” ujar Herdman dikutip dari The Straits Times.

Juru taktik berusia 51 tahun itu justru melayangkan pujian atas daya juang tim tuan rumah yang dinilainya tampil solid hingga sukses mengamankan tiket ke semifinal.

“Selamat untuk Singapura. Mereka menunjukkan daya juang yang luar biasa dan tampil sangat terorganisasi,” kata Herdman.

Meski menerima hasil akhir tersebut dengan lapang dada, Herdman menilai anak asuhnya sebenarnya tampil dominan dan menciptakan banyak peluang untuk mengunci kemenangan.

“Kami memiliki cukup banyak peluang untuk memenangi pertandingan ini. Kami menguasai bola, mengendalikan permainan, tetapi terkadang dewi fortuna memang sedang tidak berpihak,” tutur Herdman.

BACA JUGA:  Simon Tahamata Resmi Ditunjuk sebagai Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia