INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Aturan ganjil genap kembali berlaku di sejumlah ruas jalan Jakarta pada Senin (10/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026), termasuk 28 akses keluar-masuk tol.

Penerapan ganjil genap berlangsung pada hari kerja dalam dua periode. Sesi pagi dimulai pukul 06.00-10.00 WIB, sedangkan sesi sore berlaku pukul 16.00-21.00 WIB.

Pembatasan tersebut berlaku bagi kendaraan roda empat atau lebih yang melintas di ruas jalan arteri dalam kawasan ganjil genap.

Pengemudi perlu mencocokkan angka terakhir pelat nomor kendaraan dengan tanggal kalender. Kendaraan hanya diperbolehkan melintas apabila angka pelat sesuai dengan ketentuan ganjil atau genap pada hari tersebut.

Meski terdapat sejumlah akses gerbang tol dalam kawasan pembatasan, aturan ganjil genap tidak berlaku di jalan tol maupun area gerbang tol.

Pembatasan berlaku ketika kendaraan melintas di ruas jalan arteri yang termasuk kawasan ganjil genap, baik pada jalur sebelum kendaraan memasuki tol maupun setelah keluar dari jalan tol.

Berikut 28 akses keluar dan masuk gerbang tol yang berada dalam kawasan penerapan ganjil genap Jakarta:

1. Jalan Anggrek Neli Murni hingga akses masuk Tol Jakarta-Tangerang.
2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang hingga Jalan Brigjen Katamso.
3. Jalan Brigjen Katamso hingga Gerbang Tol Slipi 2.
4. Off ramp Tol Tomang/Grogol hingga Jalan Kemanggisan Utama.
5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun hingga Gerbang Tol Slipi 1.
6. Jalan Pejompongan Raya hingga Gerbang Tol Pejompongan.
7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang hingga akses masuk Jalan Tentara Pelajar.
8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran hingga akses masuk Jalan Gerbang Pemuda.
9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng hingga simpang Kuningan.
10. Jalan Taman Patra hingga Gerbang Tol Kuningan 2.
11. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu hingga simpang Pancoran.
12. Simpang Pancoran hingga Gerbang Tol Tebet.
13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya hingga Gerbang Tol Tebet 2.
14. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu hingga Jalan Pancoran Timur II.
15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu hingga simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika.
16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata hingga Gerbang Tol Cawang.
17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang hingga Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang.
18. Jalan Cipinang Cempedak IV hingga Gerbang Tol Kebon Nanas.
19. Jalan Bekasi Timur Raya hingga Gerbang Tol Pedati.
20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara hingga Jalan Bekasi Barat.
21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran hingga Jalan Bekasi Timur Raya.
22. Jalan Bekasi Barat hingga Gerbang Tol Jatinegara.
23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya hingga Gerbang Tol Rawamangun.
24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung hingga simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya.
25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung hingga simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan.
26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya hingga Gerbang Tol Pulomas.
27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung hingga simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan.
28. Simpang Jalan Pulomas hingga Gerbang Tol Cempaka Putih.

BACA JUGA:  Pradi Supriatna Nilai Kepuasan Publik terhadap Prabowo Cerminan Keberhasilan Kebijakan Pro-Rakyat

Dengan demikian, keberadaan akses tol dalam daftar kawasan ganjil genap bukan berarti kendaraan otomatis terkena pembatasan saat berada di jalan tol.

Pengemudi kendaraan roda empat atau lebih perlu memperhatikan ruas arteri yang menjadi titik penerapan, terutama ketika menuju atau meninggalkan gerbang tol pada jam operasional ganjil genap.