INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Semangat kompetisi antarrRW di Kota Depok dinilai tak harus berhenti di lapangan olahraga. Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, ingin semangat itu merambah pembangunan lingkungan.

Gagasan tersebut disampaikan Hamzah saat menghadiri turnamen bulu tangkis tingkat RW se-Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Minggu (9/8/2026).

Turnamen yang digelar menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu mempertemukan perwakilan dari 10 RW. Selain menjadi ajang olahraga, pertandingan tersebut menjadi ruang warga untuk bertemu dan mempererat silaturahmi.

Hamzah menilai semangat yang muncul dari kompetisi olahraga dapat dikembangkan menjadi persaingan positif antar RW dalam membangun wilayah masing-masing.

Menurutnya, setiap RW bisa memiliki ukuran keberhasilan yang berbeda, mulai dari kualitas pembangunan, kebersihan lingkungan hingga kemampuan menggerakkan perekonomian warga.

“Karena sekarang sudah ada dana RW, saya ingin ada semangat kompetisi yang positif. RW mana yang peduli pembangunan, RW mana yang lingkungannya bersih, dan RW mana yang peduli terhadap perekonomian masyarakat,” kata Hamzah.

Ia menegaskan, kompetisi tersebut tidak dimaksudkan sekadar mencari wilayah yang paling unggul. Lebih dari itu, semangat berlomba diharapkan mendorong pengurus lingkungan dan masyarakat menghadirkan manfaat nyata bagi warga.

“Bukan sekadar siapa yang menang, tetapi bagaimana masyarakat bisa bersama-sama membangun lingkungannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Hamzah mengingatkan pengurus RW, RT, maupun kelompok masyarakat agar berhati-hati dalam mengelola dana RW.

Ia menekankan dana tersebut merupakan uang negara sehingga penggunaannya harus dilakukan secara transparan, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya sering berdiskusi dengan Pak Lurah. Tolong sampaikan kepada teman-teman RW dan Pokmas agar berhati-hati. Ini uang negara. Jangan sampai niat kita membangun lingkungan justru menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

BACA JUGA:  Prabowo Subianto Beri Semangat Timnas Jelang Hadapi Jepang: Jangan Minder, Kita Bangsa Besar

Menurut Hamzah, pengawasan dan pengingat dari pemerintah kelurahan bukan bertujuan menghambat kreativitas masyarakat. Sebaliknya, hal itu diperlukan agar pengurus lingkungan tidak menghadapi persoalan akibat kesalahan administrasi maupun pengelolaan anggaran.

“Kalau Pak Lurah sering mengingatkan, bukan berarti ingin mempersulit. Justru karena sayang kepada RW, RT dan Pokmas,” katanya.

Hamzah berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam turnamen bulu tangkis Cimpaeun dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas. Dengan begitu, peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui pertandingan, tetapi juga melalui upaya bersama memperbaiki lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan warga.